Seputar Publik / Opini

Refleksi Akhir Tahun 2025 Forum Senja - AMKI Pusat

Oleh: Yanto Soegiarto__ "Musik dan Film Indonesia di Tahun 2025" (Bagian. 04)
Yanto Soegiarto, Mantan Pemimpin Redaksi Indonesian Observer, Head of Content astaga.com, mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe. (Foto. Istimewa) Yanto Soegiarto, Mantan Pemimpin Redaksi Indonesian Observer, Head of Content astaga.com, mantan Pemimpin Redaksi RCTI, Managing Editor Majalah Globe Asia dan kolumnis Jakarta Globe. (Foto. Istimewa)

Tidak hanya itu, Tabola Bale kini menjadi ilustrasi musik berbagai jenis iklan dari penjual busana hingga makanan. You Tube mencatat lagu ini memecahkan rekor dengan 300 juta viewers. Lagu yang fenomenal ini jelas menggambarkan bahwa musik lokal bisa diapresiasi dan dinikmati oleh siapa saja dimana pun.

Peran AI Dalam Musik

Dengan adanya artificial intelligence (AI), kini sudah banyak artis-artis virtual tampil gencar di medsos dan sulit dibedakan dari penyanyi-penyanyi asli. Ini dimungkinkan karena sudah ada aplikasi “Suno” dan teknologi AI lainnya yang bisa mentransfer video to video maupun image to video bisa menggabungkan motion atau still images satu sama lain dengan pixel tinggi sehingga membuat virtual pun menjadi lifelike atau manusia sungguhan. 

Jika Anda melihat penyanyi cantik di Instagram atau TikTok yang menyanyikan lagu-lagu terkenal, sulit membedakan penyanyi sungguhan atau tidak karena raut wajah dan warna kulit bisa menyerupai, bahkan lebih tajam melebihi yang asli.

Kepada Forum Senja pengamat musik Deny Secaatmadja memberi tanggapannya. “Di tahun 2025 ini, industri musik kita, dan dunia, semakin dalam memasuki dunia digital. Platform streaming, media sosial, dan teknologi AI telah jadi bagian penting dalam produksi, distribusi, hingga monetisasi sebuah karya musik”

Tulis Komentar

Komentar