4. Pengembangan model bisnis baru yang membuka peluang wholesale dan retail lebih luas bagi pemilik jaringan.
Pernyataan Para Pemimpin
Ketua Umum APJATEL, Jerry Mangasas Swandy, menyebut kerja sama ini sebagai momentum strategis bagi percepatan digitalisasi Indonesia.
“Dengan pengalaman 25 tahun IFA di bidang open access dan platform FOS RevOps™ yang sudah terbukti, kami yakin dapat memperkuat fondasi fiber nasional yang lebih terbuka dan efisien,” ujar Jerry.
Sementara itu, CCO IFA Richard Watts menegaskan bahwa jaringan akses terbuka telah terbukti menjadi akselerator ekonomi di berbagai negara.
“Kami telah melihat manfaat open access di Eropa, Afrika, dan Amerika Serikat. Model ini meningkatkan persaingan, memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur, dan menciptakan ekosistem digital yang lebih inklusif,” katanya.
IFA sendiri dikenal sebagai pionir open access fiber di pasar global, termasuk Swedia, Inggris, dan Timur Tengah.
Wakil Ketua Umum I APJATEL, M Tri Prasetya, menambahkan bahwa kolaborasi ini diharapkan mempercepat penetrasi fiber optic nasional.
“Ini akan menjadi katalis bagi terwujudnya Indonesia Digital yang lebih merata dan berdaya saing global,” pungkasnya. (*Hel)
Komentar