Rano menegaskan bahwa kegiatan ini difokuskan sebagai ruang kebersamaan antara pemerintah daerah, masyarakat, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD).
“Hari ini kita mengadakan open house agar bisa bertemu langsung dengan masyarakat dan juga teman-teman OPD,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak dimaksudkan sebagai forum penyampaian aspirasi, melainkan murni dalam suasana halal bihalal.
“Dalam momen ini tidak ada penyampaian aspirasi. Ini hanya halal bihalal,” ucapnya.
Aspirasi Tetap Dibuka Lewat Kanal Resmi
Meski demikian, Pemprov DKI Jakarta tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi melalui berbagai kanal resmi, seperti Balai Kota, kantor kelurahan, kecamatan, hingga kantor wali kota.
Selain itu, warga juga dapat menyampaikan masukan melalui media sosial resmi Pemprov maupun aplikasi JAKI.
Jaga Harmoni di Tengah Keberagaman
Melalui kegiatan ini, Pemprov berharap hubungan antara pemerintah dan masyarakat semakin erat serta harmoni sosial di Jakarta tetap terjaga di tengah keberagaman.
Open house ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus komitmen pemerintah dalam merawat nilai toleransi dan persatuan di ibu kota.(*/hel).
Komentar