“Kalau kita lihat grafik sekarang bagaimana ekspor di luar tambang ketika tahun 2020 angkanya terus menurun, sekarang angka tersebut sudah bisa naik ke atas dimana tahun 2021 kita nikmati kenaikan yang begitu tinggi. Kalau kondisi ini terus kita pelihara, perekonomian akan semakin membaik,” ujar Heru Saptaji.

Lebih lanjut, Kepala KPw BI Provinsi NTB juga menjelaskan bahwa komoditas vanili akan menjadi new source enginee of growth (sumber pertumbuhan ekonomi baru) di Provinsi NTB dimana pada tahun ini ekspor vanili NTB direncanakan akan mencapai angka 6,5 ton, meningkat seratus persen atau dua kali lipat dari angka ekspor vanili di tahun sebelumnya.
“Tahun ini Mr. Bill melakukan pembelian sejumlah 6.5 ton selama 2022. Tahun berikutnya akan berada pada kisaran 9 ton per tahun. Kalau dari sisi hulu siap, maka pasar akan secara terbuka untuk menyerap”, ujar Heru Saptaji.
Komentar