Ia menyebutkan, rata-rata panjang pengerukan pada setiap titik bervariasi sesuai dengan kebutuhan yakni mulai dari 200-500 meter dengan kedalaman pengerukan sekitar satu meter.
Ia memberikan contoh, pengerukan Kali Mookevart yang saat ini sedang berjalan di Rawa Buaya dilakukan sepanjang 200 meter.
Selain itu, dilakukan juga di Waduk Tomang, Danau Hutan Kota Srengseng, Waduk Bojong Indah, Kali Angke, Kali Semanan, sodetan Kali Pesanggrahan.
Selebihnya, pengerukan dilakukan tahun ini dan telah dimulai sejak Januari 2023 dan ditargetkan selesai akhir tahun 2023.
“Kerja pengerukan ini dilakukan bertahap. Satu saluran atau waduk selesai dikeruk, maka akan dilanjutkan dengan saluran atau waduk yang lain,” jelas dia.
Ia melanjutkan, rata-rata untuk setiap pengerukan disiapkan dua alat pengeruk. Satu alat pengeruk (ekskavator) amfibi, yang turun langsung ke sungai dan alat pengeruk berlengan panjang (long-spider) dan mengeruk kali dari tepi.
Tapi, tambahnya, jumlah tersebut disesuaikan dengan kondisi saluran air yang dikeruk.
“Intinya kami berupaya menambah daya tampung air dari tiap titik pengerukan sebagai antisipasi terjadinya banjir,” katanya.
Purwanti belum merinci anggaran yang digunakan untuk pengerukan tersebut, termasuk sumbernya. (*/ant/red)
Komentar