Menurutnya, keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara TNI, pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
"Capaian ini adalah hasil dari sinergi TNI, pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Kami memohon arahan Bapak Presiden agar seluruh program yang kami laksanakan tetap selaras dengan kebijakan pemerintah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," ujar Panglima TNI.
Ia juga menekankan bahwa hilirisasi tebu mampu menghasilkan berbagai produk bernilai tambah, mulai dari molase, bioetanol, bahan baku industri dan farmasi, pupuk organik, hingga produk turunan lainnya yang memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.
Sejalan dengan upaya tersebut, PTPN I terus memperkuat hilirisasi tebu melalui pengembangan bioetanol sebagai salah satu energi terbarukan. Selain dimanfaatkan sebagai fuel-grade ethanol untuk campuran bahan bakar, bioetanol juga menjadi bahan baku berbagai produk turunan seperti extra neutral alcohol untuk industri kosmetik dan farmasi, spiritus, serta pupuk hayati.
Pengembangan hilirisasi ini menjadi bagian dari komitmen PTPN I dalam meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan sekaligus mendukung ketahanan energi nasional melalui inovasi yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN I terus memperkuat transformasi industri perkebunan melalui hilirisasi komoditas strategis, pengembangan energi terbarukan, serta inovasi berbasis keberlanjutan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri perkebunan Indonesia di tingkat global.(Adv)*
Komentar