Keluhan serupa juga terdengar di kantor Bank Aceh Syariah KCU Lampriet. Seorang staf bank menyebutkan bahwa dalam beberapa waktu terakhir pihaknya menerima cukup banyak laporan dari nasabah terkait kendala transfer melalui sistem BI Fast.
“Belakangan ini memang ada beberapa nasabah yang datang melapor karena transfer via BI Fast mengalami kendala,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, seorang nasabah lain yang juga mengalami masalah serupa mengaku kondisi tersebut cukup membuat panik, terutama jika saldo di rekening merupakan satu-satunya dana yang dimiliki.
“Kasihan kalau saldo kita cuma itu saja, apalagi kalau uang itu untuk kebutuhan mendesak,” katanya.
Akibat kejadian ini, sebagian nasabah mulai mempertimbangkan kembali menggunakan metode transfer lain yang dinilai lebih aman, meskipun biaya administrasinya lebih tinggi, yaitu sekitar Rp6.500 untuk transfer antarbank melalui jaringan konvensional.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak Bank Aceh Syariah terkait gangguan transaksi BI Fast yang dikeluhkan sejumlah nasabah tersebut.
Para nasabah berharap pihak bank segera memberikan klarifikasi serta memastikan keamanan dana mereka agar kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan tetap terjaga. (***)
Komentar