Beranda
Seputar Publik / Berita

13 Juta Transaksi E-Commerce Dongkrak Kebangkitan UMKM di Wilayah Pascabencana Sumatera

Satgas PRR mencatat lonjakan transaksi UMKM hingga 77 persen di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, seiring percepatan penyaluran bantuan ekonomi dan pemulihan infrastruktur pasar bagi penyintas bencana.
Pemulihan ekonomi pascabencana di Sumatera menunjukkan tren positif. Lebih dari 13 juta transaksi e-commerce menjadi bukti kebangkitan UMKM di Aceh, Sumut, dan Sumbar berkat dukungan percepatan rehabilitasi dan bantuan ekonomi.(Dok. Satgas PRR/Kementerian UKM) Pemulihan ekonomi pascabencana di Sumatera menunjukkan tren positif. Lebih dari 13 juta transaksi e-commerce menjadi bukti kebangkitan UMKM di Aceh, Sumut, dan Sumbar berkat dukungan percepatan rehabilitasi dan bantuan ekonomi.(Dok. Satgas PRR/Kementerian UKM)

Seputarpublik.com, JAKARTA — Pemulihan ekonomi di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menunjukkan perkembangan yang signifikan. Salah satu indikator positif terlihat dari meningkatnya aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui platform e-commerce, yang kini menjadi motor penting dalam percepatan kebangkitan ekonomi masyarakat penyintas bencana.

Berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) per 8 Mei 2026, total transaksi UMKM di tiga wilayah terdampak tercatat mencapai 13.209.182 transaksi, meningkat tajam sebesar 77 persen dibandingkan akhir April yang berada di angka 7.461.422 transaksi.

Secara rinci, Provinsi Aceh mencatat 87.746 transaksi dengan 1.396 produk yang dipasarkan. Sementara itu, Sumatera Utara menjadi wilayah dengan transaksi tertinggi, yakni mencapai 9.781.946 transaksi dengan 631 produk. Adapun Sumatera Barat mencatat 3.339.490 transaksi dengan 101 produk.

Peningkatan transaksi tersebut berjalan seiring dengan percepatan penyaluran bantuan stimulan ekonomi yang diberikan pemerintah guna menopang keberlangsungan usaha masyarakat terdampak bencana.

Di Aceh, bantuan yang telah tersalurkan mencapai Rp250,48 miliar dari total alokasi Rp254,44 miliar. Sementara di Sumatera Utara, sebanyak Rp53,38 miliar telah disalurkan dari total Rp62,90 miliar. Adapun di Sumatera Barat, realisasi penyaluran telah mencapai Rp16,83 miliar dari total Rp17,74 miliar.

Juru Bicara Satgas PRR, Amran, menegaskan bahwa pemulihan ekonomi masyarakat penyintas menjadi salah satu prioritas utama dalam agenda rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatera.

“Untuk peningkatan ekonomi terus kami dorong. Saat ini aktivitas ekonomi di wilayah terdampak sudah berangsur pulih dan secara keseluruhan hampir tuntas,” ujar Amran dalam konferensi pers Satgas PRR di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Menurutnya, upaya pemulihan dilakukan secara terintegrasi melalui sejumlah indikator utama, mulai dari penguatan UMKM, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga percepatan rehabilitasi pasar rakyat sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebagai langkah lanjutan, Satgas PRR juga menargetkan penyelesaian pembangunan dan perbaikan pasar yang masih dalam tahap akhir agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Di Sumatera Barat, pemulihan pasar telah mencapai 100 persen. Di Sumatera Utara sudah 98 persen, sementara di Aceh mencapai 89 persen. Saat ini tinggal beberapa pasar yang sedang dimaksimalkan agar dapat segera ditempati,” jelas Amran.

Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa upaya rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pada penguatan fondasi ekonomi masyarakat agar dapat kembali mandiri dan produktif.

Dengan dukungan pemerintah, percepatan distribusi bantuan, serta pemanfaatan platform digital oleh pelaku UMKM, proses kebangkitan ekonomi di wilayah terdampak bencana Sumatera diharapkan terus berlanjut menuju pemulihan yang berkelanjutan dan inklusif.(Red)*