Seputarpublik.com || MADIUN — Sebanyak 352 perwira transportasi resmi dilantik di Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, Sabtu (15/8/2026). Para lulusan tersebut dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di sektor transportasi, baik pada sisi regulator maupun operator.
Ratusan perwira tersebut merupakan lulusan tiga perguruan tinggi di bawah Kementerian Perhubungan. Rinciannya, 218 perwira berasal dari PPI Madiun, 74 perwira dari Politeknik Penerbangan Surabaya (Poltekbang Surabaya), dan 60 perwira dari Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi (API Banyuwangi).
Dua Jalur Karier: ASN dan Operator

Kepala Badan Pengembangan SDM Perhubungan Suharto menjelaskan, para lulusan mengikuti dua pola pendidikan, yakni pola pembibitan dan pola mandiri.
Lulusan melalui pola pembibitan dipersiapkan untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sementara lulusan pola mandiri diarahkan memasuki dunia kerja sebagai operator di berbagai perusahaan sektor transportasi.
Menurut Suharto, perbedaan peran tersebut tetap membutuhkan kesamaan visi antara regulator dan operator agar pembangunan sistem transportasi dapat berjalan secara terintegrasi.
“Antara operator dan regulator harus mempunyai visi yang sama untuk membangun transportasi,” ujarnya.
Integritas Jadi Bekal Memasuki Dunia Kerja
Suharto menilai tantangan sektor transportasi akan semakin kompleks. Karena itu, kebutuhan SDM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga harus ditopang etos kerja dan integritas.
Nilai-nilai tersebut, kata dia, telah menjadi bagian dari proses pendidikan yang dijalani para perwira. Setelah memasuki dunia kerja, mereka diharapkan mampu menerapkan kompetensi sekaligus karakter yang telah diperoleh selama masa pendidikan.
“Harapannya, para perwira transportasi yang dilantik hari ini dapat bekerja secara maksimal di dunia kerja masing-masing. Mereka telah dididik dan dibekali karakter, kompetensi, serta integritas,” tegas Suharto.
Ia kembali menekankan pentingnya kesamaan visi antara regulator dan operator agar pengembangan sektor transportasi dapat berlangsung secara selaras.
Lulusan Diminta Terus Mengembangkan Potensi
Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB Aba Subagja mengatakan kemampuan para lulusan tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik dan kompetensi teknis.
Menurutnya, berbagai potensi lain yang dimiliki para perwira, termasuk keterampilan di bidang seni maupun kemampuan lainnya, perlu terus dikembangkan setelah mereka menyelesaikan pendidikan.
“Hal ini yang harus kita jaga dan terus kita kembangkan,” katanya.
Aba berharap para perwira mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja masing-masing, baik bagi mereka yang nantinya mengabdi di pemerintahan maupun yang memilih berkarier di sektor transportasi lainnya.
Dituntut Adaptif dan Berkontribusi Nyata
Aba menilai kualitas SDM merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kinerja organisasi. Karena itu, kompetensi yang diperoleh selama pendidikan perlu diikuti kemampuan beradaptasi dengan dinamika dan kebutuhan dunia kerja.
Para lulusan juga diharapkan tidak hanya mengandalkan ijazah dan kemampuan teknis, tetapi mampu mengembangkan potensi serta memberikan kontribusi yang lebih luas di tempat mereka bekerja.
“Para perwira transportasi diharapkan tidak sekadar mengandalkan ijazah dan kemampuan teknis, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata di lingkungan kerja masing-masing,” katanya.
Pelantikan tersebut menjadi salah satu momentum penyiapan SDM transportasi yang diharapkan mampu menjalankan peran secara profesional, berintegritas, adaptif, dan memiliki visi yang selaras dalam mendukung pembangunan sektor transportasi nasional.
* Penulis: Gamaliel Ronaldo