Seputar Publik Kota Bekasi - Anggota DPRD Kota Bekasi H. Nawal Husni menegaskan pentingnya Nahdhatul Ulama (NU) meningkatkan perannya sebagai organisasi moderat atau penengah agar menjadi rahmatan lilalamin bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya kota Bekasi.
Hal itu ditegaskannya saat menghadiri acara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bekasi dalam rangka Menggalang Kekuatan Organisasi melalui kegiatan Koordinasi, Penguatan dan Sarasehan 2025 di Aula KBIH Masjid Jami' Annur, Bekasi Utara, Minggu (16/2/2025).
Menurut cucu ulama besar KH. Muchtar Tabrani, NU adalah organisaai penengah, baik secara nasional maupun lokal. Dengan garis politiknya yang berada ditengah-tengah itu NU diharapkan bisa menjadi rahmatan lil alamin khususnya bagi Kota Bekasi.
"Dengan istiqomah berada digaris tengah saya yakin NU ke depan akan menjadi organisaai yang profesional yang meningkat melalui swadaya dan swaekonomi lembaga," pungkasnya.
Sementara itu Ketua PCNU Kota Bekasi, KH. Ayi Nurdin, dalam acara tersebut mengatakan, dirinya optimis NU dapat mewujudkan visinya sebagai organisasi modern yang membawa manfaat bagi masyarakat
Karena itu, lanjut Ayi, NU Kota Bekasi terus berkomitmen memperkuat basis kadernya, melalui berbagai program pembinaan berkelanjutan yakni, dengan penguatan struktur dan kaderisasi yang berjalan beriringan.
"Saya optimis NU dapat mewujudkan visinya sebagai organisasi modern yang membawa manfaat bagi seluruh masyarakat, khususnya kota Bekasi," ucap Ayi.
Terkait agenda kegiatan Sarasehan PCNU Kota Bekasi ini, KH. Ayi Nurdin, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut fokus pada penguatan kaderisasi, untuk membangun organisasi yang modern dan kuat.
"Alhamdulillah, kami telah menyelenggarakan program kaderisasi lebih dari 10 kali dengan jumlah anggota mencapai hampir seribu orang," ucap KH. Ayi.
Forum ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi posisi para kader, apakah sudah tergabung dalam struktur atau belum, tambah KH. Ayi.
Menurut KH. Ayi, dengan jumlah warga NU di Kota Bekasi yang mencapai 1 juta jiwa, penguatan kaderisasi menjadi hal yang sangat krusial. Karena itu ia mendorong, agar semua kader yang tersebar di kecamatan-kecamatan turut bergerak.
"Ibaratnya NU itu mobil. Ada bodi yang merupakan struktur, dan ada mesin yang merupakan kaderisasi. Kita ingin bodi yang kuat ditopang dengan mesin yang kuat pula," pungkas KH. Ayi.
(AZ)