Beranda
Seputar Publik / Berita

BMKG Peringatkan Potensi Angin Kencang di Banten 16–18 Juli 2026, Ini Daftar Wilayah yang Perlu Waspada

BMKG Wilayah II mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang di sejumlah wilayah Provinsi Banten meski tidak terdapat peringatan curah hujan kategori Waspada, Siaga, maupun Awas.
BMKG Wilayah II mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Provinsi Banten periode 16–18 Juli 2026. Masyarakat diimbau mewaspadai potensi angin kencang yang berpotensi berdampak pada aktivitas dan keselamatan di sejumlah wilayah.(Foto Ilustrasi). BMKG Wilayah II mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Provinsi Banten periode 16–18 Juli 2026. Masyarakat diimbau mewaspadai potensi angin kencang yang berpotensi berdampak pada aktivitas dan keselamatan di sejumlah wilayah.(Foto Ilustrasi).

Seputarpublik.com || BANTEN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II merilis Peringatan Dini Cuaca Tiga Harian untuk wilayah Provinsi Banten yang berlaku pada 16 hingga 18 Juli 2026. Dalam periode tersebut, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang diprakirakan terjadi di sejumlah wilayah.

Berdasarkan informasi resmi BMKG Wilayah II, selama periode tersebut tidak terdapat wilayah di Provinsi Banten yang masuk kategori Waspada, Siaga, maupun Awas terkait akumulasi curah hujan. Meski demikian, potensi angin kencang tetap perlu diantisipasi karena dapat memicu dampak hidrometeorologi, seperti pohon tumbang, gangguan aktivitas masyarakat, hingga banjir lokal di wilayah tertentu.

Untuk 16–17 Juli 2026, wilayah yang berpotensi mengalami angin kencang meliputi Kabupaten Pandeglang bagian selatan, Kota Cilegon, Kota Serang, Kabupaten Serang bagian utara, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan.

Sementara itu, pada 18 Juli 2026, potensi angin kencang diprakirakan masih berpeluang terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian selatan.

BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan, berada di kawasan pesisir, maupun di daerah yang memiliki risiko pohon tumbang.

Selain itu, masyarakat juga dapat mengakses informasi prakiraan cuaca yang lebih rinci hingga tingkat kecamatan, kelurahan, dan desa melalui layanan resmi BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap potensi cuaca ekstrem.(Rend')*

Sumber: IG BMKG Wilayah II (Instagram Resmi).