Beranda
Seputar Publik / Berita

Cetak Generasi Emas 2045, TBM Titik Literasi Karang Asem Gelar Kelas Membaca Interaktif

Memasuki usia tiga tahun, TBM Titik Literasi Karang Asem terus mendorong budaya membaca sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kepercayaan diri anak.
TBM Titik Literasi Karang Asem menggelar Kelas Membaca Interaktif untuk menumbuhkan minat baca dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kepercayaan diri anak sebagai bagian dari upaya membangun SDM unggul menuju Generasi Emas 2045. TBM Titik Literasi Karang Asem menggelar Kelas Membaca Interaktif untuk menumbuhkan minat baca dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta kepercayaan diri anak sebagai bagian dari upaya membangun SDM unggul menuju Generasi Emas 2045.

Seputarpublik.com || KOTA SERANG — Membaca bukan sekadar membuka buku dan menyelesaikan halaman demi halaman. Membaca merupakan proses mengenal berbagai cerita, menemukan pengetahuan baru, serta melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda.

Semangat tersebut dihadirkan melalui kegiatan “Kelas Membaca Interaktif: Baca Bukan Biasa, Satu Halaman Satu Cerita, Sejuta Cara Melihat Dunia” yang diselenggarakan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Titik Literasi Karang Asem, Kota Serang, Banten.

Kegiatan tersebut menjadi ruang belajar yang dikemas secara menyenangkan dan interaktif bagi anak-anak serta peserta didik TBM Titik Literasi Karang Asem.

Kelas membaca interaktif tersebut dihadiri Dian Nupus, Junita Bahari Nonci, Rudi Gunawan, para relawan TBM Titik Literasi Karang Asem, serta peserta didik TBM Titik Literasi Karang Asem.

Dalam kesempatan tersebut, Dian Nupus menyampaikan rasa syukur karena pada Agustus 2026 TBM Titik Literasi Karang Asem telah memasuki usia tiga tahun.

Menurutnya, tiga tahun perjalanan TBM bukan sekadar tentang waktu, tetapi juga tentang perjuangan, kebersamaan, dan berbagai langkah kecil yang terus dijaga untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada seluruh relawan, pengelola, adik-adik dan semua pihak yang telah bersama perjalanan ini,” ucap Dian.

Ia mengajak seluruh relawan, pengelola, dan peserta didik untuk terus menjaga semangat literasi melalui kebiasaan membaca, belajar, dan berbagi.

“Mari kita terus jaga semangat, terus membaca, terus belajar, dan terus berbagi. Jangan biarkan api literasi ini padam, karena apa yang kita lakukan hari ini adalah bagian dari perjuangan untuk menciptakan SDM unggul di masa depan. Selamat tiga tahun TBM Titik Literasi. Terus menyala, terus bergerak, dan terus memberi dampak,” sambungnya.

Membaca Aktif untuk Menambah Wawasan

Sementara itu, narasumber pertama, Junita Bahari Nonci, selaku Ketua Forum TBM Kota Serang periode 2018–2021, menjelaskan pentingnya menerapkan metode membaca aktif.

Menurut Junita, salah satu cara untuk membangun kebiasaan membaca aktif adalah mencoba menjelaskan kembali apa yang baru saja dibaca kepada orang lain atau setidaknya kepada diri sendiri.

Ia juga menyampaikan bahwa membaca dapat membantu memperkaya kosakata dan memudahkan seseorang dalam merangkai kata serta menyampaikan gagasan.

Pendapat serupa disampaikan Rudi Gunawan selaku Ketua Forum TBM Banten. Ia menilai membaca memiliki peran penting dalam membuka wawasan dan menemukan pengetahuan baru.

Selain itu, menurut Rudi, aktivitas membaca dapat membantu melatih daya ingat serta kemampuan berpikir sehingga otak menjadi lebih aktif dan kreatif.

“Membaca bukan hanya tentang mengisi waktu, tetapi tentang mengisi diri dengan ilmu dan inspirasi,” tuturnya, Minggu (16/8/2026).

Literasi untuk Generasi Emas 2045

Melalui kegiatan Kelas Membaca Interaktif, para peserta diharapkan tidak hanya semakin gemar membaca, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kepercayaan diri.

Semangat “Baca Bukan Biasa” menjadi pengingat bahwa setiap buku memiliki cerita dan setiap cerita dapat membuka perspektif baru.

Satu halaman dapat menghadirkan satu cerita, sementara sebuah cerita dapat membuka sejuta cara untuk melihat dunia.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menumbuhkan budaya literasi sejak dini sebagai salah satu fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul menuju Generasi Emas 2045.

Dari literasi, kita bangun generasi. SDM unggul untuk masa depan.(Red)*