Beranda
Seputar Publik / Berita

FIB UI Gandeng Media Perkuat C-Hub, Hasil Riset Kampus Didorong Lebih Dekat ke Publik

The 8th UGIC Forum mempertemukan akademisi dan praktisi media untuk membahas kemitraan strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan hasil riset perguruan tinggi.
FIB UI menggelar The 8th UGIC Forum bertajuk “Strengthening University-Media Partnerships for the C-Hub Initiative” di Gedung ITTC UI, Depok, Kamis (27/8/2026). FIB UI menggelar The 8th UGIC Forum bertajuk “Strengthening University-Media Partnerships for the C-Hub Initiative” di Gedung ITTC UI, Depok, Kamis (27/8/2026).

Seputarpublik.com || DEPOK — Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) mendorong penguatan kemitraan strategis antara perguruan tinggi dan media untuk memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan serta hasil riset akademik.

Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan Connectivity Hub (C-Hub) yang menjadi salah satu fokus dalam The 8th University, Government, Industry, and Community (UGIC) Forum bertajuk “Strengthening University-Media Partnerships for the C-Hub Initiative” di Gedung ITTC UI, Depok, Kamis (27/8/2026).

Forum tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan perspektif akademisi dan praktisi media dalam melihat peluang kolaborasi di tengah perubahan lanskap informasi digital.

UGIC merupakan wadah kolaborasi antara universitas, pemerintah, industri, dan masyarakat. Pada penyelenggaraan ke-8, FIB UI memberikan perhatian khusus terhadap keterlibatan sektor industri dan komunitas, termasuk pers dan jejaring media sebagai mitra strategis perguruan tinggi.

C-Hub Jadi Jembatan Pengetahuan Kampus dan Masyarakat

Pengembangan C-Hub diarahkan untuk menjembatani kepakaran akademik dengan kebutuhan masyarakat dan industri.

Melalui konsep tersebut, pengetahuan dan hasil penelitian yang dihasilkan perguruan tinggi diharapkan tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi informasi yang lebih mudah dipahami dan diakses masyarakat.

PIC UGIC C-Hub FIB UI sekaligus penanggung jawab kegiatan, Eva Latifah, Ph.D., mengatakan media memiliki posisi penting dalam membangun ekosistem C-Hub.

«“Kami ingin C-Hub menjadi ruang yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kebutuhan masyarakat. Dalam proses itu, media bukan hanya menjadi saluran untuk menyampaikan informasi, tetapi mitra strategis yang membantu pengetahuan dari universitas menjadi lebih relevan, mudah dipahami, dan dapat menjangkau publik yang lebih luas,” ujar Eva.»

Menurut Eva, kemitraan dengan media diharapkan tidak berhenti pada aktivitas publikasi. Hubungan tersebut juga dapat menjadi bagian dari proses mempertemukan kepakaran akademik dengan kebutuhan informasi masyarakat.

Karena itu, forum turut membuka ruang bagi praktisi media dari berbagai platform, mulai dari media cetak, media daring hingga penyiaran, untuk memberikan masukan terhadap pengembangan model C-Hub.

Media Tak Sekadar Kanal Publikasi

Pembahasan mengenai kemitraan universitas dan media turut menyoroti perubahan perilaku masyarakat dalam memperoleh informasi.

Dalam paparannya bertajuk “How to Engaged with Media”, M. Syakur Usman, S.S., Chief Editor Getpost.id, menjelaskan pentingnya perguruan tinggi memahami karakteristik dan mekanisme kerja media sebelum membangun hubungan kemitraan.

Dengan pengalaman lebih dari dua dekade di dunia media, Syakur melihat perkembangan teknologi digital telah mengubah pola produksi sekaligus distribusi informasi.

Media sosial, misalnya, kini memiliki peran besar dalam menentukan bagaimana sebuah informasi ditemukan, dikonsumsi, dan dibagikan masyarakat.

Dalam kondisi tersebut, institusi seperti universitas perlu memahami kebutuhan jurnalis serta kebijakan redaksi ketika menyampaikan informasi.

Informasi akademik yang memiliki nilai berita, dikemas secara jelas, serta didukung data yang memadai akan lebih mudah diolah menjadi pemberitaan.

Syakur juga menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara institusi dan media. Hubungan tersebut dapat diperkuat melalui penyediaan press release, press kit, media gathering, hingga komunikasi langsung dengan jurnalis.

Dengan demikian, hubungan universitas dan media tidak semata-mata dibangun ketika institusi membutuhkan publikasi.

Dari Press Release Menuju Kemitraan Strategis

Perspektif yang lebih luas disampaikan Emir Chairullah, Ph.D., melalui paparannya bertajuk “How Universities Engage with Media and Corporations”.

Emir menjelaskan bahwa keterlibatan media dan korporasi dapat ditempatkan sebagai bagian dari strategi universitas dalam mendukung pendidikan, penelitian, dan inovasi.

Dalam konteks hubungan dengan media, kerja sama tidak harus terbatas pada penyebaran siaran pers. Universitas dapat mengembangkan berbagai bentuk kolaborasi, seperti media briefing, penyediaan narasumber ahli, diseminasi hasil penelitian, komunikasi melalui media sosial hingga kampanye edukasi publik.

Model tersebut memungkinkan universitas memperluas visibilitas sekaligus dampak penelitian yang dihasilkan.

Di sisi lain, media memperoleh akses terhadap sumber pengetahuan dan kepakaran akademik. Sementara bagi dunia usaha, hubungan dengan perguruan tinggi dapat membuka peluang kolaborasi di bidang inovasi dan pengembangan talenta.

Namun, kemitraan tersebut membutuhkan tata kelola yang jelas.

Perjanjian yang transparan, strategi komunikasi, penciptaan nilai bersama, kepatuhan terhadap prinsip etika, serta evaluasi dampak secara berkala menjadi sejumlah unsur penting agar kerja sama tidak berubah menjadi hubungan yang semata-mata transaksional.

FIB UI Dorong Dampak Riset Lebih Luas

Melalui The 8th UGIC Forum, FIB UI berharap dialog bersama jejaring media dapat menghasilkan langkah kolaborasi yang lebih konkret dalam pengembangan C-Hub.

Kemitraan universitas dan media ke depan diharapkan tidak hanya memperkuat publikasi kegiatan kampus, tetapi juga membuka jalur baru bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan yang kredibel dari lingkungan akademik.

Dengan pendekatan tersebut, C-Hub diharapkan dapat menjadi penghubung antara kepakaran universitas, kebutuhan industri, dinamika media, dan kepentingan masyarakat.

Pada akhirnya, hasil penelitian dan kepakaran akademik tidak hanya tersimpan di lingkungan kampus, tetapi dapat hadir dalam bentuk informasi yang relevan, mudah dipahami, dan memberikan manfaat bagi publik.(*/hel)