Diskusi FWK juga menyoroti pandangan mengenai kebijakan ekonomi Purbaya. Sejumlah pelaku pasar disebut menilai kebijakan yang dijalankannya cenderung agresif dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi. Di sisi lain, terdapat kekhawatiran yang dikaitkan dengan pengelolaan defisit APBN, pergerakan nilai tukar rupiah dan stabilitas keuangan.
Tantangan Fiskal dan Harga Energi
FWK menilai tantangan pengelolaan keuangan negara tidak berhenti pada pergantian pejabat. Pemerintah juga menghadapi dinamika ekonomi global dan perubahan harga komoditas energi.
Pada pertengahan September 2026, harga minyak mentah dunia berada di atas level US$100 per barel. Pergerakan tersebut berpotensi memberikan tekanan terhadap anggaran subsidi energi apabila berlangsung dalam waktu yang panjang. Pada 17 September 2026, harga Brent tercatat sekitar US$104,59 per barel dan WTI sekitar US$101,29 per barel dalam perdagangan awal.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam diskusi FWK, terutama terkait ruang fiskal pemerintah untuk membiayai berbagai program prioritas.
Komentar