Seputarpublik.com || JAKARTA — Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi di Plaza Selatan Monumen Nasional, Jumat (20/6/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-499 Jakarta tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri ribuan jamaah dari berbagai wilayah.
Sejumlah tokoh hadir dalam acara tersebut, di antaranya Pramono Anung, Rano Karno, Abdul Muhaimin Iskandar, Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, Habib Rizieq Shihab, serta para ulama, habaib, dan tokoh masyarakat Betawi.
Dalam sambutannya, Pramono Anung menyampaikan bahwa Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi merupakan kegiatan yang untuk pertama kalinya diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk penghormatan kepada para ulama dan habaib Betawi yang telah memberikan kontribusi besar dalam perjalanan sejarah Jakarta.
> “Ini adalah acara yang pertama kali. Saya berharap dan memohon agar acara ini menjadi tradisi baru bagi kita semua untuk berselawat sekaligus mengenang para tokoh agama dan tokoh masyarakat Betawi yang berjasa bagi Jakarta,” ujar Pramono.
Pramono menegaskan bahwa ulama dan habaib memiliki peran penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat Jakarta. Selain menjadi panutan dalam bidang keagamaan, mereka juga berkontribusi dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan kecintaan terhadap tanah air.
> “Dalam perjalanan sejarah panjang kota ini, para ulama dan habaib Betawi turut berperan penting menjaga harmoni sosial, memperkuat akhlak masyarakat, serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi, Fauzi Bowo, mengungkapkan bahwa gagasan penyelenggaraan Haul Akbar tersebut berasal dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung.
Fauzi Bowo yang akrab disapa Foke menjelaskan, ide tersebut pertama kali disampaikan saat pertemuan terkait hasil Kongres Masyarakat Betawi di Museum Mohammad Husni Thamrin pada Februari 2026.
> “Saya mau cerita sedikit yang belum banyak diketahui orang. Yang punya gagasan ini murni Pramono Anung,” kata Foke di hadapan jamaah.
Menurutnya, haul merupakan tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Betawi sebagai bentuk penghormatan dan mengenang jasa para ulama, habaib, guru, maupun orang tua yang dihormati.
> “Haul merupakan tradisi khususnya di kalangan Betawi untuk mengenang wafatnya tuan-tuan guru, ulama, orang tua, dan memperingatinya dari tahun ke tahun,” ujarnya.
Karena itu, Fauzi Bowo berharap Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi dapat menjadi agenda rutin tahunan yang diselenggarakan oleh Pemprov DKI Jakarta sebagai bagian dari perayaan hari jadi ibu kota.
> “Atas nama masyarakat Betawi, kami berharap Haul Akbar ini dapat menjadi acara tetap setiap tahun,” tuturnya.
Penyelenggaraan Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi menjadi salah satu warna baru dalam rangkaian peringatan HUT ke-499 Jakarta. Selain memperkuat nilai-nilai religius, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengenang jasa para ulama dan tokoh Betawi yang telah berkontribusi dalam membangun karakter, harmoni sosial, serta identitas budaya Jakarta hingga saat ini.(*/hel)*