Beranda
Seputar Publik / Berita

Holding Perkebunan Nusantara Percepat Hilirisasi Sawit, PalmCo Serap 6,8 Juta Bibit Bersertifikat untuk Tingkatkan Produktivitas Petani

Komitmen PalmCo mendukung Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), hilirisasi industri sawit nasional, dan peningkatan kesejahteraan petani diperkuat melalui penyerapan 6,8 juta bibit unggul bersertifikat serta pendampingan lebih dari 23 ribu petani di Indonesia.
Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo memperkuat hilirisasi industri sawit nasional dengan menyerap 6,8 juta bibit unggul bersertifikat, mempercepat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan lebih dari 23 ribu petani sebagai bagian dari transformasi perkebunan berkelanjutan. Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo memperkuat hilirisasi industri sawit nasional dengan menyerap 6,8 juta bibit unggul bersertifikat, mempercepat Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), serta meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan lebih dari 23 ribu petani sebagai bagian dari transformasi perkebunan berkelanjutan.

Seputarpublik.com || JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui Subholding PTPN IV PalmCo terus memperkuat transformasi industri kelapa sawit nasional dengan mendukung percepatan hilirisasi, peningkatan produktivitas perkebunan rakyat, serta penerapan praktik perkebunan berkelanjutan.

Komitmen tersebut sejalan dengan agenda Pemerintah Republik Indonesia dalam memperkuat hilirisasi industri sawit sebagai sektor strategis yang mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi nasional sekaligus mendorong kesejahteraan petani.

Dukungan terhadap transformasi industri sawit ditegaskan Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Perkebunan dalam Workshop AKPSI & Sawit Expo bertema "Sawit untuk Rakyat" yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (7/7/2026).

Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, Ali Jamil, melalui Direktur Tanaman Sawit dan Aneka Palma, Iim Mucharam, menyampaikan bahwa pemerintah memiliki mandat untuk mendukung Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya PalmCo dan Agrinas, dalam mempercepat program hilirisasi nasional.

"Kami memiliki tugas dari Bapak Presiden untuk mengawal dan mendukung perusahaan BUMN, khususnya PalmCo dan Agrinas, dalam percepatan hilirisasi," ujar Iim Mucharam.

Dalam forum tersebut dijelaskan bahwa penguatan sektor hulu, peningkatan produktivitas petani, penerapan prinsip keberlanjutan, serta pengembangan industri hilir harus berjalan secara terintegrasi agar mampu memperkuat daya saing industri sawit Indonesia.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, yang diwakili Kepala Divisi Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), Abdul Muthalib, mengatakan PalmCo saat ini tengah menjalankan transformasi menyeluruh untuk memperkuat peran perusahaan mulai dari sektor hulu hingga pengembangan industri hilir sebagai bagian dari transformasi Holding Perkebunan Nusantara.

Menurutnya, sekitar 42 persen luas perkebunan kelapa sawit nasional dikelola oleh petani rakyat sehingga peningkatan produktivitas menjadi faktor utama dalam memperkuat daya saing industri.

"Dari sisi sawit rakyat, kami berharap petani dapat mengubah pola pikir. Dalam mengelola kelapa sawit, jangan hanya berpikir mengenai harga. Yang lebih penting adalah produktivitas karena peningkatan produktivitas akan menentukan nilai ekonomi yang diterima petani," ujar Abdul.

Sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan produktivitas petani, PalmCo terus memperluas pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) melalui penyediaan bibit unggul bersertifikat, transfer pengetahuan, pendampingan teknis, serta penguatan kelembagaan petani.

Perusahaan juga menjalankan berbagai program strategis seperti penerapan pola single management, avalis produksi, pemetaan geospasial, hingga fasilitasi sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Hingga tahun 2025, program sertifikasi tersebut telah mencakup lahan seluas 9.267 hektare yang melibatkan 4.544 kepala keluarga.

Sementara itu, PalmCo telah menyerap 6,8 juta bibit sawit unggul bersertifikat untuk mendukung pengembangan sekitar 47 ribu hektare kebun rakyat yang melibatkan lebih dari 23 ribu petani di berbagai wilayah Indonesia.

Selain penyediaan bibit, PalmCo juga memberikan pelatihan teknis, pendampingan budidaya, serta berperan sebagai offtaker bagi areal koperasi unit desa (KUD) dengan luas lebih dari 33 ribu hektare.

Perusahaan turut memperkuat kapasitas kelembagaan petani melalui pendampingan administrasi, teknis, dan budidaya kepada 90 koperasi unit desa (KUD) agar mampu menjadi pusat transfer pengetahuan sekaligus memperkuat ekosistem kemitraan sawit berkelanjutan.

Dalam paparannya, Abdul Muthalib juga menekankan pentingnya percepatan peremajaan tanaman sawit untuk meningkatkan produktivitas kebun rakyat.

"Petani tidak perlu takut melakukan replanting. Dengan peremajaan yang tepat, penggunaan bibit unggul bersertifikat, dan penerapan praktik budidaya yang baik, produktivitas dapat meningkat secara signifikan," katanya.

Workshop AKPSI & Sawit Expo turut dihadiri Direktur Keuangan, Umum, Kepatuhan dan Manajemen Risiko BPDP Zaid Burhan Ibrahim, Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim, Anggota Dewan Energi Nasional Satya Widya Yudha, serta Direktur Kemitraan dan Plasma PT Agrinas Palma Nusantara Seger Budiarjo.

Melalui kolaborasi antara pemerintah, BUMN, pemerintah daerah, kelembagaan petani, dan pelaku industri, Holding Perkebunan Nusantara optimistis percepatan hilirisasi kelapa sawit akan semakin memperkuat nilai tambah industri nasional, meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat, serta mendorong kesejahteraan petani sebagai bagian dari pembangunan sektor perkebunan yang berkelanjutan.(Adv)*