Menurutnya, semangat gotong royong dalam menyukseskan pra kongres merupakan bentuk kecintaan warga Banjar terhadap tanah leluhur sekaligus komitmen untuk menjaga keberlangsungan organisasi.
Paman Birin meminta para pengurus memanfaatkan forum tersebut untuk membahas program kerja yang sesuai dengan kemampuan dan sumber daya organisasi.
“Jangan dipaksakan kalau tidak mampu,” pesannya.
Ia menekankan bahwa KBB Sa-dunia perlu dibangun dengan prinsip kesederhanaan agar mampu bertahan dalam jangka panjang. Dengan demikian, semangat perjuangan dan kebersamaan masyarakat Banjar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya di berbagai belahan dunia.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa cita-cita “Bergerak Banjar Menjemput Dunia” bukan berarti meninggalkan akar budaya sendiri. Sebaliknya, identitas dan budaya Banjar harus menjadi landasan untuk berkembang serta berkontribusi di tingkat yang lebih luas.
“Urang Banjar harus mampu berdiri tegak di mana pun berada, menjadi bagian dari kemajuan, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan, bangsa, dan dunia,” ungkapnya.
Komentar