Seputar Publik / Nusantara

Klaten Perkuat Komitmen Swasembada Pangan, Melalui Sinergi Pemerintah Dengan Petani

Untuk Menuju Kemandirian Pangan Nasional
Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. (Foto Ist). Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo. (Foto Ist).

Sementara Iwan Kurniawan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten menambahkan bahwa, Klaten saat ini telah mengalami surplus gabah kering panen sebanyak 180.000 ton.

Ia menegaskan, pentingnya diversifikasi pangan melalui pemanfaatan lahan pekarangan oleh kelompok wanita tani, serta integrasi pertanian dengan perikanan.

“Kami menargetkan musim tanam kedua dapat memanfaatkan lahan seluas 15.000 hektar. Optimalisasi lahan-lahan tadah hujan dengan alat mesin pertanian akan memungkinkan peningkatan intensitas tanam hingga tiga kali setahun,” jelasnya.

Begitu juga, Kelik Purwanto, Ketua Kelompok Tani Sumber Rejeki dari Desa Sumber, Kecamatan Trucuk, mengungkapkan bahwa, para petani di Klaten merasakan manfaat nyata dari berbagai program pemerintah. 

“Kami diberi benih tahan hama yang cocok untuk wilayah ini dan kemudahan mendapatkan pupuk. Harga gabah juga dikawal pemerintah dengan HPP sebesar Rp6.500,-, yang memberikan keuntungan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kelik.

Melalui dukungan kebijakan, intervensi teknologi, serta peran aktif petani, Pemerintah Kabupaten Klaten optimis bahwa, swasembada pangan bukan hanya target, melainkan langkah nyata yang dapat dicapai bersama.

"Dengan semangat gotong-royong dan inovasi, Klaten berkontribusi penting dalam menciptakan masa depan pangan Indonesia yang mandiri dan berkelanjutan," pungkasnya. 

(*)

Tulis Komentar

Komentar