Menanggapi hal itu, Kapushubad, Mayjen TNI Iroth Sonny Edhie, mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan inisiatif jajaran pengurus AMKI Pusat. Ia menyambut baik kehadiran asosiasi media tersebut dan mengapresiasi semangat kolaboratif yang ditawarkan. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1993 itu menegaskan bahwa komunikasi terbuka dan strategis sangat penting di era informasi saat ini. “Kami menyambut baik langkah ini sebagai bagian dari pembangunan sistem komunikasi pertahanan yang lebih adaptif dan modern,” ujarnya.
Dirinya menilai kerja sama tersebut sebagai jembatan penting dalam membangun pemahaman antara TNI AD dan masyarakat. Ia menekankan bahwa kolaborasi semacam ini harus dilandasi nilai pengabdian dan kepentingan nasional. “Kami siap menindaklanjuti inisiatif ini ke tahap berikutnya dalam waktu dekat,” pungkas jenderal bintang dua yang sebelumnya menjabat Komandan Pusat Sandi dan Siber TNI AD.
Hal senada disampaikan oleh Sekjen AMKI Pusat, Dadang Rachmat, dan Ketua Bidang Hukum AMKI Pusat, Rukmana. Keduanya menegaskan pentingnya memperkuat sinergi antara media dan institusi pertahanan guna menghadapi tantangan komunikasi di era digital saat ini. Dadang menyoroti kebutuhan komunikasi yang berkelanjutan dan strategis, sementara Rukmana menambahkan bahwa aspek hukum dan etika media harus menjadi fondasi agar informasi yang disampaikan tetap kredibel dan bertanggung jawab.
Sebagai penutup audiensi, kedua belah pihak saling bertukar cendera mata dan mengabadikan momen kebersamaan sebagai simbol dimulainya kolaborasi yang konstruktif. Kerja sama ini direncanakan akan ditindaklanjuti dalam bentuk nota kesepahaman (MoU), pelatihan bersama, dan program komunikasi publik lainnya.
Sebagai informasi, Pusat Perhubungan Angkatan Darat (Pushubad) merupakan badan pelaksana pusat TNI AD yang memiliki peran strategis dalam membangun sistem perhubungan dan komunikasi militer. Sementara itu, Asosiasi Media Konvergensi Indonesia atau disingkat AMKI merupakan wadah lintas platform media yang hadir untuk memperkuat literasi digital, menjunjung etika jurnalistik, serta mendorong peran media dalam pembangunan nasional yang inklusif dan bertanggung jawab.
(***)
Komentar