Dari sisi operasional, PalmCo memproduksi 2,70 juta ton CPO sepanjang tahun 2025. Jumlah tersebut meningkat 7,87 persen dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 2,49 juta ton.
Meski mencatat hasil positif, manajemen menegaskan bahwa capaian tersebut bukan menjadi akhir dari proses transformasi perusahaan. Evaluasi terhadap aspek operasional, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan efisiensi akan terus dilakukan untuk menjaga keberlanjutan kinerja.
> "Terima kasih atas dukungan penuh para pemegang saham dan kerja keras seluruh insan perusahaan. Capaian ini menjadi milestone, namun bukan garis akhir. Masih banyak ruang untuk terus meningkatkan kinerja operasional maupun finansial agar memberikan manfaat yang lebih besar," ujar Jatmiko.
Perkuat Kemitraan Petani dan Hilirisasi Sawit
Selain mencatat pertumbuhan kinerja perusahaan, PalmCo juga terus memperkuat kemitraan dengan petani sawit.
Berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sepanjang 2025 PalmCo menjadi perusahaan paling aktif secara nasional dalam mendampingi Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan luas pendampingan mencapai 6.672 hektare.
Produktivitas petani plasma binaan juga tercatat mencapai rata-rata 20,18 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektare per tahun, atau berada di atas rata-rata nasional, sehingga turut meningkatkan pendapatan petani.
Di sisi lain, PalmCo menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan hilirisasi industri sawit, termasuk optimalisasi produk turunan sawit sebagai bahan baku renewable biogasoline guna mendukung ketahanan energi nasional.
> "Semoga PalmCo dapat menjalankan seluruh amanat yang diberikan pemerintah serta terus berkontribusi dalam mendukung kemandirian pangan dan energi nasional," tutup Jatmiko.(Red)*
Komentar