Seputar Publik / Berita

Mendagri Tito: Pemda Harus Turun Tangan Kendalikan Harga Beras Lewat 7 Kanal SPHP

Selain itu, Mendagri mendorong promosi beras SPHP oleh Perum Bulog dan pemanfaatan jaringan distribusi Badan Pangan Nasional (Bapanas) maupun ritel modern agar penyaluran lebih cepat menjangkau masyarakat.

> “Kami juga mendorong operasi khusus di daerah-daerah yang kenaikan harga berasnya di atas 1 persen. Berdasarkan data, hanya ada 16 daerah yang mengalami kenaikan di atas angka tersebut,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Tito turut menyinggung kondisi inflasi nasional. Ia menyebut inflasi Indonesia secara  year-on-year (YoY) pada September 2025 mencapai 2,65 persen, yang dinilai masih terkendali. Namun, ia mengingatkan agar Pemda tetap mewaspadai fluktuasi harga bahan pangan seperti cabai merah, bawang merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras.

> “Harga emas naik 40 persen, tertinggi dalam sejarah, sehingga ikut memengaruhi inflasi global maupun nasional. Tapi untuk beras, secara umum masih terkendali, hanya perlu perhatian di beberapa daerah,” ungkapnya.

Daerah yang tercatat mengalami kenaikan harga beras di atas 2 persen meliputi Intan Jaya, Barito Timur, Pulang Pisau, Bima, Puncak Jaya, Tangerang, Sukabumi, dan Sumba Tengah.

Rakor tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman. Hadir pula Menteri Perdagangan Budi Santoso, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, serta Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani.

Sementara itu, **Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan** dan **para kepala daerah se-Indonesia** mengikuti kegiatan secara daring.

🏛️ Sumber: Rilis Pers Puspen Kemendagri.

Tulis Komentar

Komentar