Beranda
Seputar Publik / Nusantara

Pabrik Ban Swallow Resmikan PLTS Atap 10 MWp Terbesar di Sumatera Utara, Tekan Emisi 10.000 Ton CO₂ per Tahun

PT Industri Karet Deli (IKD) operasikan PLTS Atap 10 MWp di Medan, hasilkan 13 GWh energi bersih per tahun dan perkuat komitmen transisi energi industri otomotif nasional.
Pabrik ban Swallow resmi operasikan PLTS Atap 10 MWp terbesar di Sumatera Utara. Proyek ini mampu menghasilkan hingga 13 GWh energi bersih per tahun dan menekan emisi karbon 10.000 ton CO₂. Langkah nyata industri otomotif menuju energi hijau dan keberlanjutan. Pabrik ban Swallow resmi operasikan PLTS Atap 10 MWp terbesar di Sumatera Utara. Proyek ini mampu menghasilkan hingga 13 GWh energi bersih per tahun dan menekan emisi karbon 10.000 ton CO₂. Langkah nyata industri otomotif menuju energi hijau dan keberlanjutan.

Seputarpublik.com, MEDAN — PT Industri Karet Deli (IKD), produsen ban nasional dengan merek Swallow, Delium, dan Deli Tire, resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 10 Megawatt peak (MWp) di fasilitas produksinya di Kota Medan, Sumatera Utara.

Dengan kapasitas terpasang mencapai 10.004.630 Watt peak (Wp), PLTS Atap ini menjadi yang terbesar di sektor industri di Provinsi Sumatera Utara hingga 2026. Proyek ini menandai langkah strategis perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih dan penerapan prinsip keberlanjutan di industri otomotif nasional.


PLTS Atap yang rampung dibangun pada 2025 tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan energi bersih sekitar 12–13 Gigawatt hour (GWh) per tahun. Energi yang dihasilkan dimanfaatkan langsung untuk mendukung operasional pabrik, meningkatkan efisiensi energi, serta memperkuat ketahanan pasokan listrik perusahaan.

Dari sisi lingkungan, sistem ini diperkirakan mampu menurunkan emisi karbon hingga 10.000 ton CO₂ per tahun, setara dengan penanaman sekitar 450.000 pohon.

Direktur PT Industri Karet Deli, Darkiat Tjangnaka, menyampaikan bahwa pengoperasian PLTS Atap ini menjadi tonggak penting transformasi energi perusahaan.

> “Peresmian dan pengoperasian PLTS Atap 10 MWp ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat efisiensi energi sekaligus menjaga keberlanjutan jangka panjang perusahaan,” ujar Darkiat dalam keterangan persnya, Kamis (12/2/2026).

Ia menegaskan, perusahaan akan terus mengkaji peluang pengembangan kapasitas energi terbarukan seiring pertumbuhan kebutuhan energi dan perkembangan teknologi.

> “Kami meyakini industri masa depan adalah industri yang unggul secara ekonomi sekaligus bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tegasnya.

Peresmian tersebut turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kota Medan, Wakil Duta Besar Kerajaan Norwegia untuk Indonesia, Kedutaan Besar Belanda, Perwakilan Uni Eropa, PT PLN (Persero), Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Provinsi Sumatera Utara, KADIN, APINDO, jajaran manajemen IKD, serta PT Greenroof Energy Indonesia selaku pengembang proyek.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Kota Medan, Citra Effendy Capah, mengapresiasi langkah IKD yang dinilai selaras dengan kebijakan pembangunan daerah dan penguatan energi ramah lingkungan di sektor industri.

> “Inisiatif ini menjadi contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam menjaga keseimbangan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

PLTS Atap ini dikembangkan oleh PT Greenroof Energy Indonesia, perusahaan patungan antara Norfund — lembaga investasi pembangunan milik Pemerintah Norwegia — dan Climate Fund Managers yang didukung Uni Eropa. Proyek ini dirancang sesuai standar teknis, keselamatan, dan ketentuan ketenagalistrikan yang berlaku.

Melalui proyek ini, PT Industri Karet Deli menegaskan komitmennya terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus berkontribusi nyata dalam pengurangan emisi gas rumah kaca dan pengembangan energi terbarukan di sektor industri nasional. (Hel)*