Seputarpublik.com, JAKARTA — PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I), subholding dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), terus mengakselerasi transformasi bisnis dengan menargetkan diri sebagai perusahaan agribisnis kelas dunia (global champion) pada tahun 2036.
Komitmen tersebut diperkuat melalui penyelenggaraan Leadership Alignment Forum (LAF) 2026 yang digelar di Jakarta pada 11–12 Maret 2026, mengusung tema “Aligning Leadership – Accelerating Execution”. Forum ini menjadi momentum strategis untuk menyelaraskan arah kepemimpinan sekaligus merespons dinamika industri perkebunan yang semakin kompleks.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa transformasi tidak hanya menyangkut perubahan industri, tetapi juga pergeseran pola pikir kepemimpinan.
“Transformasi bukan sekadar perubahan sistem, tetapi perubahan mindset. Strategi hanya akan berjalan jika seluruh pemimpin memiliki komitmen yang sama dalam mengeksekusinya,” ujarnya.
Ia juga menyoroti tantangan eksternal seperti fluktuasi harga komoditas dan disrupsi teknologi, yang harus dihadapi secara adaptif di tengah proses konsolidasi internal pasca-merger.
Sebagai bagian dari penguatan strategi, PTPN I mengadopsi inspirasi dari perusahaan global seperti Nestlé dalam menjaga daya saing melalui inovasi berkelanjutan dan disiplin operasional.
Dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030, PTPN I menetapkan lima pilar strategis, yakni peningkatan operational excellence melalui digitalisasi, hilirisasi produk untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi dan teh, optimalisasi aset lahan, penguatan disiplin keuangan, serta pembangunan organisasi berbasis data (data-driven organization).
Sejalan dengan arah transformasi Holding Perkebunan Nusantara, strategi ini juga diperkuat melalui budaya kerja baru bertajuk Nusantara EntrePlanters. Budaya ini mendorong setiap insan perusahaan memiliki owner’s mindset, yakni tanggung jawab dalam mengelola aset secara profesional dengan semangat kewirausahaan yang berlandaskan nilai-nilai planters.
Implementasinya dijalankan melalui metode kerja 3ON3 Way yang menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni produktivitas, efisiensi biaya, dan kecepatan (productivity, cost, speed/PCS).
Selain itu, PTPN I juga mengembangkan konsep teknologi 5G, yang meliputi Go Lean, Go Green, Go AI, Go Secure, dan Go Beyond, sebagai langkah menuju sistem produksi perkebunan modern berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terintegrasi.
Dengan penyederhanaan proses bisnis serta penguatan akuntabilitas kepemimpinan, PTPN I optimistis mampu mempercepat transformasi menjadi perusahaan agribisnis yang kompetitif pada 2030, sebelum mencapai target sebagai global champion pada 2036.(Adv)*