Menurutnya, standar global yang diterapkan tidak semata-mata menjadi pemenuhan administratif, tetapi harus terintegrasi dalam sistem kerja dan operasional seluruh wilayah perusahaan.
“Kami melihat sertifikasi sebagai bagian dari transformasi tata kelola. Standar yang diterapkan harus menjadi sistem kerja yang nyata, terintegrasi dalam operasional, dan mampu memastikan setiap proses berjalan secara konsisten, efisien, serta bertanggung jawab,” terang Jatmiko.
ESG dan Ekonomi Sirkular Diperkuat
Direktur Strategi dan Sustainability PTPN IV PalmCo, Ugun Untaryo, mengatakan penerapan standar keberlanjutan menjadi fondasi untuk memastikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola atau environmental, social, and governance (ESG) berjalan secara terukur dan terintegrasi dalam kegiatan perusahaan.
Menurut Ugun, penguatan standar tersebut juga berjalan seiring dengan implementasi ekonomi sirkular melalui optimalisasi sumber daya dan pemanfaatan limbah kelapa sawit.
Upaya tersebut diarahkan tidak hanya untuk menjawab tantangan lingkungan, tetapi juga membuka peluang penciptaan nilai tambah secara keekonomian.
Komentar