Beranda
Seputar Publik / Berita

PTPN IV PalmCo Perluas Pemberdayaan UMKM Pandai Besi untuk Perkuat Rantai Pasok Perkebunan

Holding Perkebunan Nusantara dorong pengrajin lokal di Riau, Sumatera Utara, hingga Jambi menjadi pemasok alat panen melalui pembinaan koperasi, legalitas usaha, dan standardisasi produk
PTPN IV PalmCo memperluas program pemberdayaan UMKM pandai besi sebagai pemasok alat panen perkebunan. Program ini telah sukses di Riau dan kini dikembangkan di Sumatera Utara serta dijajaki di Jambi untuk memperkuat rantai pasok berbasis masyarakat sekaligus mendorong ekonomi desa. PTPN IV PalmCo memperluas program pemberdayaan UMKM pandai besi sebagai pemasok alat panen perkebunan. Program ini telah sukses di Riau dan kini dikembangkan di Sumatera Utara serta dijajaki di Jambi untuk memperkuat rantai pasok berbasis masyarakat sekaligus mendorong ekonomi desa.

Seputarpublik.com, MEDAN – PTPN IV PalmCo, subholding perkebunan dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero), terus memperkuat ekosistem rantai pasok usaha dengan menggandeng pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, khususnya pengrajin pandai besi sebagai pemasok alat panen perkebunan.

Setelah berhasil membina pengrajin lokal di Provinsi Riau sebagai pemasok utama alat panen, perusahaan kini mereplikasi program serupa di Sumatera Utara serta mulai menjajaki pengembangan di Jambi.

Inisiatif ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat rantai pasok berbasis pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa program tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menciptakan nilai tambah ekonomi (multiplier effect) bagi masyarakat pedesaan.senin, (16/3/2026).

“Pemberdayaan UMKM pandai besi ini menjadi salah satu strategi penguatan rantai pasok inti perusahaan. Kami ingin memastikan alat panen yang digunakan di kebun PalmCo diproduksi oleh masyarakat sekitar. Dengan pendampingan yang tepat, kualitas produk lokal tidak kalah dengan pabrikan besar, sekaligus menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi desa,” ujar Jatmiko.

Replikasi Model Keberhasilan dari Riau

Keberhasilan program ini salah satunya terlihat dari pembinaan Koperasi Merah Putih Teratak di Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar, Riau.

Awalnya koperasi tersebut merupakan kelompok kecil pengrajin pandai besi yang mendapat dukungan modal kerja, pelatihan, serta kepastian pembelian produk (off-taker) dari PTPN IV PalmCo.

Kini koperasi tersebut berkembang menjadi pemasok alat panen bagi operasional perusahaan di wilayah Riau dan bahkan mulai merambah pasar di luar daerah.

Ketua Koperasi Merah Putih Teratak, Desrico Apriyus, menyampaikan bahwa pendampingan berkelanjutan dari PTPN IV PalmCo membawa perubahan signifikan bagi pengrajin di desanya.

“Selain simpan pinjam dan perdagangan, kami merupakan kumpulan pandai besi yang dibina PTPN IV sehingga mampu menjadi sentra produsen alat pertanian yang kini merambah ke luar Riau bahkan hingga mancanegara,” ungkapnya.

Ekspansi Pemberdayaan di Sumatera Utara

Sebagai bagian dari penguatan rantai pasok Holding Perkebunan Nusantara, PTPN IV PalmCo kini menginkubasi empat koperasi baru di Sumatera Utara, yakni:

Koperasi Berkah Pandai Besi di Kabupaten Labuhanbatu Utara

Koperasi Simpati Maju Bersama di Kabupaten Asahan

Koperasi Produsen Pandai Besi Tanah Jawa di Kabupaten Simalungun

Koperasi Produsen Melati Jaya Steel di Kabupaten Serdang Bedagai

Melalui program ini, puluhan tenaga kerja lokal yang sebelumnya bekerja secara individu kini difasilitasi untuk bergabung dalam kelembagaan koperasi yang memiliki legalitas resmi.

PTPN IV PalmCo juga memberikan pendampingan dalam proses administrasi dan standardisasi usaha, mulai dari pembuatan akta pendirian koperasi, pengurusan NPWP, pendaftaran OSS, penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB), hingga sertifikasi standar produk.

Ketua Koperasi Berkah Pandai Besi dari Labuhanbatu Utara, Asmadi Prayetno, mengaku program tersebut membuka peluang besar bagi pengrajin kecil.

“Kami sangat bersyukur PTPN IV PalmCo mau merangkul kami. Sebelumnya kami hanya pengrajin perorangan yang tidak memahami soal perizinan maupun standar produk. Dengan adanya koperasi dan dukungan legalitas, produk kami kini memiliki payung hukum dan standar yang jelas untuk masuk ke perusahaan besar,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Koperasi Simpati Maju Bersama dari Asahan, Edy Syafrizal.

Menurutnya, pembinaan tersebut memberikan kepercayaan diri bagi para pengrajin untuk memproduksi alat panen sesuai standar industri perkebunan.

Ekspansi Berkelanjutan ke Wilayah Lain

Setelah sukses di Riau dan mematangkan program di Sumatera Utara, PTPN IV PalmCo memastikan inisiatif pemberdayaan ini akan terus diperluas ke wilayah lain.

Saat ini perusahaan tengah menjajaki kerja sama dengan kelompok UMKM pandai besi di Desa Koto Padang, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi yang tergabung dalam Koperasi DLN.

Ekspansi berkelanjutan ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pengrajin lokal sekaligus memperkuat ekosistem penyediaan alat pertanian bagi industri perkebunan nasional yang ditopang oleh karya anak bangsa.

Langkah ini juga sejalan dengan komitmen PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagai Holding Perkebunan Nusantara dalam menciptakan nilai ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berbasis pemberdayaan masyarakat.(Adv)*