Seputarpublik.com || JAKARTA – Upaya menjaga kelestarian lingkungan dan keberlanjutan sumber air bagi masyarakat terus digencarkan oleh PTPN IV PalmCo. Hingga pertengahan tahun 2026, perusahaan mencatat pencapaian baru dalam program penghijauan yang menjadi bagian dari agenda berkelanjutan di seluruh wilayah operasionalnya yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.
Sebagai respons terhadap tantangan perubahan iklim yang semakin nyata, perusahaan terus meningkatkan jumlah penanaman pohon setiap tahunnya. Pada 2024, PTPN IV PalmCo menanam 8.750 pohon. Jumlah tersebut meningkat menjadi 17.500 pohon pada 2025. Sementara pada 2026, realisasi penanaman melonjak signifikan hingga mencapai 50.305 pohon.
Secara akumulatif, sepanjang periode 2024 hingga pertengahan 2026, perusahaan telah menanam sebanyak 76.555 bibit pohon di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan peningkatan jumlah penanaman pohon merupakan langkah konkret perusahaan dalam memperkuat ketahanan ekologi sekaligus memastikan keberlanjutan bisnis berjalan selaras dengan kelestarian lingkungan.
“Jumlah pohon yang terus kami tambah setiap tahunnya hingga mencapai lebih dari 76 ribu pohon merupakan bentuk komitmen nyata menghadapi kondisi cuaca dan lingkungan yang semakin tidak menentu. Menanam dalam skala besar sangat penting, namun yang tidak kalah penting adalah memastikan pohon-pohon tersebut tumbuh dan terawat dengan baik. Karena itu kami melibatkan masyarakat sekitar untuk bersama-sama menjaganya,” ujar Jatmiko.
Menurutnya, program penghijauan tersebut juga berkaitan erat dengan upaya menjaga kualitas sanitasi lingkungan dan keberlangsungan sumber air masyarakat. Program ini berjalan seiring dengan kegiatan normalisasi sungai di sekitar area perkebunan.
“Pohon dan air bersih memiliki hubungan yang sangat erat. Akar pohon membantu menahan tanah agar tidak tergerus ke sungai. Dengan demikian, sedimentasi dapat ditekan, kualitas air tetap terjaga, dan risiko banjir dapat diminimalkan. Pada akhirnya masyarakat memperoleh manfaat berupa sumber air yang lebih bersih dan sehat,” jelasnya.

IKBI, Karyawan, dan Warga Bergotong Royong Tanam 1.000 Pohon
Komitmen penghijauan tersebut juga diwujudkan melalui aksi nyata di tingkat unit usaha. Pada Senin (22/6/2026), PTPN IV PalmCo bersama Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI), karyawan, dan masyarakat melakukan penanaman 1.000 bibit pohon secara serentak di tujuh lokasi wilayah Distrik Djaba yang meliputi Jawa Barat dan Banten.
Kegiatan dipusatkan secara simbolis di Kebun Sukamaju, Sukabumi, Jawa Barat. Di lokasi tersebut, anggota IKBI melakukan penanaman 100 bibit pohon, sementara 900 bibit lainnya ditanam secara serentak oleh karyawan dan masyarakat di enam unit kebun lainnya.
Jenis pohon yang ditanam terdiri dari tanaman berkayu keras seperti gaharu, mahoni, jabon, sengon, dan jati, serta tanaman produktif berupa durian, sawo, mangga, alpukat, rambutan, hingga nangka.
Ketua IKBI PTPN IV PalmCo, Ida Erlina, menjelaskan bahwa pemilihan jenis tanaman dilakukan agar memberikan manfaat ekologis sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat sekitar.
«“Pohon berkayu keras ditanam di area bantaran sungai dan lahan miring karena memiliki akar yang kuat untuk mencegah longsor dan menjaga sumber air. Sementara pohon buah-buahan ditanam di lokasi yang mudah dijangkau masyarakat agar nantinya dapat memberikan manfaat ekonomi dan hasil panen yang bisa dinikmati bersama,” ujarnya.»
Ia menambahkan, keterlibatan IKBI dalam kegiatan penghijauan merupakan bentuk dukungan keluarga besar PTPN IV PalmCo terhadap program keberlanjutan perusahaan.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab perusahaan atau pemerintah. Sebagai bagian dari masyarakat, kami juga memiliki tanggung jawab untuk menanamkan kesadaran menjaga alam dan sumber air kepada generasi mendatang. Semangat itulah yang kami bawa dalam kegiatan gotong royong ini,” tutup Ida.
Melalui berbagai program penghijauan yang terus diperluas, PTPN IV PalmCo menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian lingkungan, menjaga keberlanjutan sumber daya alam, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.(Red)*