Seputar Publik / Berita

SDN Malabar II, Sekolah Rakyat Tertua di Jawa Barat yang Tetap Terawat di Kawasan PTPN

Didirikan KAR Bosscha pada 1901, SDN Malabar II di Pangalengan menjadi saksi lebih dari satu abad perjalanan pendidikan masyarakat perkebunan dan terus dijaga sebagai warisan sejarah bangsa.
Berdiri sejak 1901 di kawasan Perkebunan Teh Malabar, SDN Malabar II menjadi salah satu sekolah rakyat tertua di Jawa Barat yang hingga kini tetap terjaga sebagai warisan sejarah pendidikan Indonesia. Berdiri sejak 1901 di kawasan Perkebunan Teh Malabar, SDN Malabar II menjadi salah satu sekolah rakyat tertua di Jawa Barat yang hingga kini tetap terjaga sebagai warisan sejarah pendidikan Indonesia.

"Dulu saya sekolah di sana sekitar tahun 1950-an. Menurut orang-orang, Tuan Bosscha sangat berani membuka sekolah bagi kaum pribumi, khususnya wong cilik. Padahal saat itu pemerintah kolonial Belanda melarangnya. Saya sendiri tidak ketemu sama beliau," tutur Asep.

Kenangan serupa disampaikan Maman (86), atau yang akrab disapa Abah Uci. Alumni sekolah yang kini masih aktif sebagai penarik ojek pangkalan di kawasan Pintu Malabar itu mengingat sekolah tersebut sebagai pusat pendidikan utama masyarakat Pangalengan pada masanya.

"Tahun 1958 abah sudah lulus dari SR Ciemas. Sekolah ini dulu dibangun oleh Bosscha. Kondisinya dulu bagus dan terawat. Sekarang bangunan panggungnya terlihat kusam, sayang belum ada bantuan pemugaran apa pun dari pemerintah," ungkap Abah Uci.

Ia menambahkan bahwa sekolah yang kala itu dikenal sebagai Sekolah Rakyat (SR) Ciemas menjadi tempat belajar bagi anak-anak dari berbagai wilayah di Pangalengan. Bahkan, pendidikan di sekolah tersebut telah diwariskan secara turun-temurun dalam keluarganya.

“Zaman abah masuk SR sudah setelah Indonesia merdeka. Namun orang tua hingga kakek abah dulu juga sekolahnya di sana. Setelah lulus, orang tua abah bekerja di rumah pegawai perkebunan yang orang Belanda," lanjutnya.

Tulis Komentar

Komentar