Seputar Publik / Berita

SDN Malabar II, Sekolah Rakyat Tertua di Jawa Barat yang Tetap Terawat di Kawasan PTPN

Didirikan KAR Bosscha pada 1901, SDN Malabar II di Pangalengan menjadi saksi lebih dari satu abad perjalanan pendidikan masyarakat perkebunan dan terus dijaga sebagai warisan sejarah bangsa.
Berdiri sejak 1901 di kawasan Perkebunan Teh Malabar, SDN Malabar II menjadi salah satu sekolah rakyat tertua di Jawa Barat yang hingga kini tetap terjaga sebagai warisan sejarah pendidikan Indonesia. Berdiri sejak 1901 di kawasan Perkebunan Teh Malabar, SDN Malabar II menjadi salah satu sekolah rakyat tertua di Jawa Barat yang hingga kini tetap terjaga sebagai warisan sejarah pendidikan Indonesia.

Sebagai bagian dari warisan sejarah bangsa, sekolah tersebut menjadi salah satu aset bersejarah yang pernah berada dalam lingkungan perkebunan dan kini tetap dijaga nilai-nilai historisnya oleh PTPN I. Selain sekolah, berbagai aset bersejarah lainnya seperti pabrik, rumah dinas, dan artefak peninggalan masa lalu juga terus dirawat sebagai bagian dari upaya menjaga memori kolektif perjalanan industri perkebunan dan pembangunan bangsa.

Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa komitmen menjaga warisan sejarah tersebut sejalan dengan peran sosial perusahaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.

"PTPN I hadir tidak hanya sebagai penggerak ekonomi wilayah, tetapi juga berkomitmen aktif dalam mencerdaskan generasi penerus, baik putra-putri karyawan maupun masyarakat di sekitar perkebunan. Ini adalah warisan moral yang menegaskan bahwa sejak dulu perusahaan peduli dengan pendidikan," kata Teddy.

Menurutnya, menjaga keberadaan SDN Malabar II merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan dan literasi masyarakat.

Nilai historis sekolah tersebut masih membekas kuat dalam ingatan para alumninya. Asep (85), pensiunan karyawan Pabrik Teh Malabar, mengenang masa-masa ketika dirinya bersekolah di bangunan panggung tersebut pada era 1950-an.

Tulis Komentar

Komentar