Sebagai bagian dari warisan sejarah bangsa, sekolah tersebut menjadi salah satu aset bersejarah yang pernah berada dalam lingkungan perkebunan dan kini tetap dijaga nilai-nilai historisnya oleh PTPN I. Selain sekolah, berbagai aset bersejarah lainnya seperti pabrik, rumah dinas, dan artefak peninggalan masa lalu juga terus dirawat sebagai bagian dari upaya menjaga memori kolektif perjalanan industri perkebunan dan pembangunan bangsa.
Direktur Utama PTPN I, Teddy Yunirman Danas, menegaskan bahwa komitmen menjaga warisan sejarah tersebut sejalan dengan peran sosial perusahaan dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia.
"PTPN I hadir tidak hanya sebagai penggerak ekonomi wilayah, tetapi juga berkomitmen aktif dalam mencerdaskan generasi penerus, baik putra-putri karyawan maupun masyarakat di sekitar perkebunan. Ini adalah warisan moral yang menegaskan bahwa sejak dulu perusahaan peduli dengan pendidikan," kata Teddy.
Menurutnya, menjaga keberadaan SDN Malabar II merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah sekaligus investasi jangka panjang bagi masa depan pendidikan dan literasi masyarakat.
Nilai historis sekolah tersebut masih membekas kuat dalam ingatan para alumninya. Asep (85), pensiunan karyawan Pabrik Teh Malabar, mengenang masa-masa ketika dirinya bersekolah di bangunan panggung tersebut pada era 1950-an.
Komentar