Menurut Robby, waktu yang tersisa hanya tinggal seminggu, kemungkinan terjadinya perubahan besar masih ada. Namun kemungkinan besar hanya kejadian luar biasa yang bisa membalik situasi di Pilgub Gorontalo 2024 ini.
Apalagi, lanjutnya, strong voter dari ke Empat pasangan tersebut terlihat jelas di mana pasangan Tonny Uloli-Marten Taha memiliki 89,8 persen strong voter dan Gusnar Ismail-Idah Syahidah 84,7 persen strong voter.
“Lalu pasangan Nelson Pomalingo-M Kris Wartabone 83.1 persen strong voter dan pasangan Hamzah Isa-Abdurrahman Abubakar Bahmid 70,8 persen strong voter,” ujarnya.
Dijelaskan, populasi survei ini adalah seluruh warga negara Indonesia di Provinsi Gorontalo yang punya memegang KTP Gorontalo dan memiliki hak pilih dalam Pilkada 2024. Yakni, mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.
Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 1520 orang berasal dari Lima Kabupaten Dan satu Kota di Provinsi Gorontalo yang terdistribusi secara proporsional.
Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel tersebut memiliki toleransi kesalahan (margin of error–MoE) sekitar ±2,51% pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Quality control terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 responden dari total sampel oleh supervisor.
“Dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check), dalam quality control tidak ditemukan kesalahan berarti,” pungkasnya.
(Zarkas)
Komentar