Menurut Tito, percepatan pemulihan lahan pertanian menjadi langkah strategis untuk melindungi ketahanan pangan sekaligus menjaga stabilitas ekonomi masyarakat terdampak bencana. Oleh karena itu, ia mendorong adanya dukungan konkret dari Kementerian Pertanian dalam proses rehabilitasi lahan sawah yang tertutup lumpur agar dapat kembali difungsikan sebagai lahan tanam produktif.
Ia juga berharap Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, dapat segera memberikan perhatian dan langkah percepatan terhadap kondisi lahan pertanian di wilayah terdampak banjir tersebut. Upaya ini dinilai penting untuk memulihkan aktivitas pertanian masyarakat sekaligus menjaga pasokan pangan daerah.
Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen sinergi lintas sektor dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh.
Melalui langkah kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kementerian teknis, diharapkan lahan pertanian yang terdampak banjir di Pidie Jaya dapat segera pulih, kembali produktif, serta mendukung keberlanjutan ketahanan pangan nasional. (Red)*
Komentar