Seputar Publik, Bandung – Universitas YARSI kembali meneguhkan komitmennya dalam mendukung pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat melalui rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) di Desa Mandalamekar, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Mengusung dua program utama, Universitas YARSI hadir dengan semangat menghadirkan solusi konkret: pendampingan UMKM melalui legalitas produk dan sertifikasi halal, serta inovasi Budidamber—budidaya ikan lele dalam ember—sebagai langkah strategis menekan angka stunting sekaligus meningkatkan pendapatan warga.

Penguatan UMKM melalui PIRT dan Sertifikasi Halal
Pada 3 Agustus 2025, kegiatan PkM yang diketuai Harry Budiantoro, SE. Ak., M.Ak., CA, bersama dua dosen, lima mahasiswa aktif, dan satu alumni Universitas YARSI, difokuskan pada pemberdayaan UMKM di kelompok usaha Pokdakan Naminasang Farm & Co.
Dengan tema “Inovasi Nilai Tambah dan Daya Saing Produk BumDes Pokdakan Naminasang Farm & Co melalui Pendampingan PIRT dan Sertifikasi Halal,” program ini memberikan pembekalan menyeluruh kepada para pelaku UMKM. Materi utama mencakup:
1. Legalitas Produk (PIRT) – Peserta dibimbing memahami prosedur perizinan PIRT sebagai syarat edar resmi produk pangan rumah tangga.
2. Sertifikasi Halal – Ditekankan pentingnya label halal untuk meningkatkan kepercayaan konsumen, khususnya di pasar muslim yang dominan.
3. Standarisasi Dapur Produksi – Edukasi dapur higienis sesuai standar keamanan pangan agar produk siap bersaing di pasar modern dan digital.
“Pendampingan ini tidak berhenti pada teori. Kami benar-benar membantu proses legalisasi produk UMKM agar hasil olahan seperti abon lele, nugget, kripik kulit lele, hingga aneka minuman sehat dapat menembus pasar yang lebih luas,” ujar Harry Budiantoro.
Turut hadir narasumber ahli, di antaranya Tita Rimadhaningsih, A.Md.Farm, Penata Kelola Layanan Kesehatan Kabupaten Bandung, yang memaparkan tata cara pengurusan PIRT, serta Dedy Suseno, S.Si., M.Si., dari Pusat Penelitian Halal Universitas YARSI, yang menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan sekadar label, melainkan simbol kepercayaan konsumen.
Kepala Desa Mandalamekar menyambut baik program ini, menyebutnya sebagai langkah strategis dalam membuka peluang ekonomi baru serta mempersiapkan UMKM desa agar mampu bersaing di pasar modern.
Budidamber: Solusi Kreatif untuk Tekan Stunting
Hanya dua hari sebelumnya, pada 1 Agustus 2025, Universitas YARSI juga memperkenalkan inovasi Budidamber di Mandalamekar. Program yang dipimpin Prof. Dr. Ir. Perdana Wahyu Santosa, MM., CRP., bersama Dr. Elita Donanti, MBiomed, dan Harry Budiantoro ini mengusung tema “Pengembangan Ekonomi Kreatif melalui Budidamber sebagai Solusi Peningkatan Pendapatan Kader PKK dan Penurunan Angka Stunting.”
Budidamber—budidaya ikan lele dalam ember—dikenalkan sebagai metode sederhana, murah, dan hemat lahan yang dapat dijalankan keluarga dengan sumber daya terbatas. Selain membantu meningkatkan gizi keluarga, hasil budidaya juga dapat menjadi tambahan pendapatan rumah tangga.
“Melalui Budidamber, kami ingin menunjukkan bahwa pemenuhan gizi dan peningkatan pendapatan bisa dilakukan dengan cara sederhana, terjangkau, dan berkelanjutan,” jelas Dr. Elita Donanti.
Program ini diaplikasikan di 13 RW Desa Mandalamekar dengan melibatkan kader PKK dan Posyandu. Hasil budidaya rencananya diintegrasikan ke dalam menu harian posyandu, sekaligus menjadi bagian dari edukasi gizi keluarga.
Kepala Desa Mandalamekar menyatakan apresiasinya:
“Kami sangat terbantu. Budidamber tidak hanya menambah penghasilan ibu-ibu PKK, tetapi juga langsung bermanfaat memperbaiki gizi anak-anak di desa.”
Dampak dan Harapan ke Depan
Kedua program ini menunjukkan peran nyata Universitas YARSI dalam menjawab kebutuhan masyarakat desa secara holistik: meningkatkan daya saing produk UMKM sekaligus menciptakan ketahanan pangan dan gizi keluarga.
Dengan pendampingan berkelanjutan serta dukungan teknologi tepat guna, Universitas YARSI berharap Desa Mandalamekar dapat menjadi desa percontohan dalam pengembangan UMKM halal, legal, dan berdaya saing, serta model penerapan Budidamber untuk desa sehat, mandiri, dan produktif.
Langkah ini sejalan dengan target pembangunan berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam pengurangan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi inklusif, serta konsumsi-produksi yang bertanggung jawab.
(*/Helmi)