Beranda
Seputar Publik / Berita

Wamendagri Bima Arya Dorong Daerah Perkuat Ketahanan Pangan Perkotaan, Kunci Sukses Bonus Demografi Indonesia

Dalam Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota 2026 di Medan, Wamendagri mengajak pemerintah daerah memperkuat kolaborasi membangun sistem pangan perkotaan yang tangguh demi mendukung lahirnya generasi produktif menuju Indonesia maju.
Wamendagri Bima Arya menegaskan ketahanan pangan perkotaan menjadi fondasi utama memanfaatkan bonus demografi. Pemerintah daerah didorong memperkuat kolaborasi demi mewujudkan kota yang tangguh dan berkelanjutan. Wamendagri Bima Arya menegaskan ketahanan pangan perkotaan menjadi fondasi utama memanfaatkan bonus demografi. Pemerintah daerah didorong memperkuat kolaborasi demi mewujudkan kota yang tangguh dan berkelanjutan.

Seputarpublik.com || MEDAN – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan bahwa penguatan ketahanan pangan di kawasan perkotaan merupakan langkah strategis untuk mendukung pemanfaatan bonus demografi Indonesia. Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam memastikan masyarakat, khususnya di wilayah perkotaan, memperoleh akses terhadap pangan yang sehat dan bergizi.

Hal tersebut disampaikan Bima Arya saat menghadiri Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Inna, Kota Medan, Sumatera Utara, Senin (29/6/2026).

Menurut Bima, Indonesia saat ini tengah memasuki periode bonus demografi yang diperkirakan berlangsung hingga sekitar tahun 2038–2040. Momentum tersebut harus dimanfaatkan secara optimal melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, salah satunya dengan memperkuat ketahanan pangan.

> "Kalau kita tidak bisa memanfaatkan bonus demografi, maka pasti 2040 itu kita enggak akan jadi negara maju karena gagal memanfaatkan bonus demografi seperti negara-negara lainnya," ujarnya.

Ia menjelaskan, kota memiliki posisi strategis sebagai pusat konsumsi sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, ketersediaan pangan yang sehat dan bergizi menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang produktif dan berdaya saing.

Bima juga mengingatkan bahwa tantangan ketahanan pangan masih cukup besar. Berdasarkan data yang dipaparkannya, sekitar 43,5 persen penduduk Indonesia masih belum mampu memenuhi kebutuhan makanan sehat. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat peningkatan kualitas sumber daya manusia pada masa mendatang.

> "Bagaimana mungkin kita bisa menggarap bonus demografi menjadi manusia-manusia tangguh lima, sepuluh, lima belas tahun ke depan tanpa memastikan kota-kota ini tangguh secara pangan dan mampu menyediakan makanan yang sehat," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bima Arya turut mengapresiasi sejumlah pemerintah kota yang telah menunjukkan komitmen melalui dukungan anggaran untuk pembangunan sektor pangan. Menurutnya, langkah tersebut perlu terus diperkuat melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.

Ia mengajak seluruh pemerintah daerah, pemangku kepentingan, serta berbagai pihak terkait untuk bersama-sama membangun ekosistem pangan perkotaan yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan.

> "Mari kita sama-sama memperkuat kolaborasi dan sinergi untuk membangun ekosistem menuju kota-kota Indonesia dengan kedaulatan pangan yang berkelanjutan," pungkasnya.

Forum Pangan Nasional Pemerintah Kota 2026 turut dihadiri oleh Wali Kota Medan sekaligus Ketua Komisariat Wilayah I Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Rico Tri Putra Bayu Waas, Wali Kota Surakarta Respati Achmad Ardianto, Direktur Eksekutif APEKSI Alwis Rustam, Direktur Operasional Rikolto Asia Tenggara Lily Wayong, serta para Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dan perwakilan Bappeda dari pemerintah kota di seluruh Indonesia.

Melalui kolaborasi yang berkelanjutan, pemerintah berharap penguatan ketahanan pangan perkotaan mampu mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan siap membawa Indonesia menuju negara maju di masa depan.(Red)*

(Puspen Kemendagri)