Terkait arus balik, Pramono Anung memperkirakan jumlah pendatang ke Jakarta setelah Lebaran 2026 berada pada kisaran 10.000 hingga 12.000 orang, lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Menurutnya, penurunan tersebut dipengaruhi oleh tren pemerataan pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah, sehingga masyarakat tidak lagi sepenuhnya bergantung pada Jakarta sebagai pusat peluang kerja.
“Jumlah pendatang pasca-Lebaran diperkirakan sekitar 10 hingga 12 ribu orang. Ini menunjukkan adanya perkembangan ekonomi yang semakin merata di berbagai daerah,” jelasnya.
Meski demikian, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap membuka diri bagi masyarakat yang ingin datang ke ibu kota, dengan catatan memiliki kesiapan dan kemampuan yang memadai.
Stok Pangan dan Energi Dipastikan Aman
Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, Pemprov DKI Jakarta juga memastikan kondisi ketahanan pangan dan energi berada dalam keadaan aman dan terkendali.
Pramono menyebutkan kenaikan harga bahan pokok masih berada dalam batas wajar.
“Kenaikan harga pangan masih di bawah lima persen dan tergolong stabil. Stok pangan serta energi seperti LPG dan BBM juga dalam kondisi aman,” ujarnya.
Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan hingga pasca-Lebaran guna menjaga stabilitas harga serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Di akhir sambutannya, Pramono menyampaikan pesan kepada para pemudik agar perjalanan berlangsung lancar dan selamat sampai tujuan.
“Selamat merayakan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Semoga perjalanan mudik berlangsung lancar, selamat sampai tujuan, dan dapat kembali ke Jakarta dengan sehat serta penuh kebahagiaan,” tutupnya.(*/hel)
Komentar