“Demokrasi harus dijalankan dengan penuh martabat. Aspirasi rakyat adalah hak konstitusional, tapi kita harus menolak aksi keras yang disertai kekerasan, anarkisme, maupun penjarahan,” tegasnya.
Ia juga mengisyaratkan adanya temuan bom molotov di lapangan yang diduga menjadi indikasi adanya pihak tertentu yang berupaya memicunya. Oleh karena itu, ia mengingatkan masyarakat, termasuk pelajar, pekerja transportasi yang berani, dan organisasi kemasyarakatan, agar tidak mudah terprovokasi.
“Kalau bangsa ini ruuh, yang paling rugi adalah rakyat kecil. Perekonomian macet, biaya hidup makin berat, dan penderitaan semakin panjang. Demokrasi sejati adalah ruang membangun gagasan, bukan menghancurkan persatuan,” ujar Abah Anton.
Menutup pertemuan, ia menyampaikan penghargaan kepada para tokoh yang hadir maupun yang berhalangan hadir karena alasan keamanan. Ia berharap pesan moral tersebut dapat menjadi pedoman bersama bagi masyarakat Jawa Barat.
“Mari kita jaga negeri ini dengan cara yang beradab. Jangan sampai provokasi memutus ikatan persaudaraan kita sebagai bangsa,” tutupnya.***
Komentar