“Stok bahan pokok di pasar mulai habis dan akses transportasi terputus di banyak titik. Namun penyaluran tidak boleh berhenti,” ujar Region Head Regional VI PTPN IV, Yudi Cahyadi. Menurut dia, tim harus mencari jalur alternatif dan menyesuaikan distribusi dengan kondisi riil di lapangan.
Pemetaan wilayah prioritas pun terus dilakukan, terutama desa-desa yang masih terisolasi dan belum tersentuh bantuan dari pihak lain. Kecamatan Langkahan menjadi salah satu fokus karena suplai bahan pokok di kawasan itu semakin menipis.
||BACA JUGA: PalmCo Menyalurkan 500 Ton Minyak Goreng untuk Korban Banjir Sumatra
Ketergantungan Bantuan Darurat
Di banyak titik banjir, warga tidak hanya kehilangan rumah dan perabotan, tetapi juga ladang, ternak, dan persediaan pangan. Kondisi ini membuat masyarakat sangat bergantung pada bantuan cepat hingga jalur logistik benar-benar pulih.
PTPN IV menyebut bahwa dapur umum akan dioperasikan sepanjang akses memasok bahan pangan belum stabil. “Kami memastikan setiap keluarga mendapatkan suplai harian. Ini langkah yang harus diambil ketika pasokan pangan sulit masuk,” ujar Yudi.
Hingga kini, BPBD Aceh Utara masih mendata desa yang belum terjangkau bantuan. Sementara itu, curah hujan yang belum menunjukkan penurunan membuat proses pemulihan diperkirakan berlangsung lebih lama.
Sumber: PTPN IV Palmco
Komentar