Pedagang kawasan Ancol setelah dilakukan penataan oleh manajemen Ancol.
Seputar Publik Jakarta – PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, mulai melakukan penataan terhadap para pedagang asongan yang sehari-hari berjualan di kawasan Ancol. Penataan dilakukan bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para pedagang.
Sebagai tahap uji coba, penataan pedagang asongan dimulai di area Beach Pool. Penataan ini dilakukan sejak 16 Desember 2024.
Corporate Communication PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk, Ariyadi Eko Nugroho, menjelaskan, Sebagai bagian dari program penataan, Ancol memberikan berbagai fasilitas gratis kepada pedagang asongan yang terdaftar dalam program ini.
Fasilitas tersebut, jelas Ariyadi, meliputi tempat berjualan yang strategis, seragam khusus, dan modal barang dagangan tanpa biaya.
“Seluruh keuntungan dari hasil penjualan sepenuhnya menjadi milik pedagang dan diserahkan setiap hari setelah aktivitas berjualan selesai,” kata Ariyadi, Jumat (27/12/2024).
Hingga kini, sebanyak 30 pedagang asongan yang sebelumnya telah berjualan di Ancol telah mendaftar untuk mengikuti program uji coba ini. Area penataan yang menjadi fokus utama adalah area Beach Pool, dengan harapan memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi pengunjung sekaligus membantu pedagang naik kelas.
“Program penataan pedagang asongan ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan kesempatan kepada para pedagang asongan agar dapat berkembang dan meningkatkan taraf hidupnya,” kata Ariyadi.
Kami percaya, dengan penataan ini, baik pedagang maupun pengunjung akan mendapatkan manfaat yang optimal, ujarnya menambahkan.
Namun, bagi pedagang yang belum mengikuti program penataan pada 25 Desember 2024 terpaksa kami geser ke area Pantai Lagoon pada 26 Desember 2024 yang letaknya bersebelahan dengan area Beach Pool.
Tindakan ini dilakukan Untuk menjaga keamanan dan ketertiban, serta memberikan perlindungan bagi pedagang yang telah terdaftar,
“Pada prinsipnya, pedagang yang belum mengikuti program penataan tetap diperbolehkan berjualan di area lain, seperti Pantai Indah, Festival, Danau Monumen, dan area timur lainnya,” ungkap Ariyadi.
Kebijakan ini adalah bentuk komitmen Ancol dalam memberikan ruang bagi semua pedagang untuk tetap mencari penghasilan, pungkasnya.
(*/Hel)