Seputar Publik / Berita

Asal Usul Uang Kertas Rupiah Pertama RI yang Digunakan Bung Karno untuk Membangun

Ilustrasi uang kertas seratus ribu rupiah bergambar Proklamator RI Soekarno dan Moh. Hatta Ilustrasi uang kertas seratus ribu rupiah bergambar Proklamator RI Soekarno dan Moh. Hatta

BKBI – RI 1 memberi berupa kertas DINAR berupa CN kepada RI 1, yang berupa kertas pasti dan jelas dengan nama AJINERE 1001 sebanyak menurut perhitungan pada waktu itu sebesar 7.000.000 biliun DINAR CN UBCN, 1.000.000 biliun Dinar CN di cetak menjadi Rupiah pertama dengan gambar SERIMPI pertama, yang di gambar di kebun tebunya Tuan IN di Banyuwangi, setelah itu dibawa kembali ke Bali menjadi SERIMPI Indonesia 1.

Setelah itu Dunia menyerahkan Rupiah sebagai pengganti ORI oleh VAINET Jepang. Lewat Rupiah tersebut
BKBI – RI 1 membangun 3 istana,yaitu ;

1. Istana Negara Jayakarta (ibukota negara Indonesia)
2. Istana Pakuan Bogor
3. Istana antara Mataram dan Majapahit di puncak pangrango (Cipanas),

Selain itu Soekarno juga membangun ruas jalan raya Jakarta – Serang, Cibinong – Bogor lewat daerah puncak Sukabumi Cianjur, Raja Mandala – Prapatan Purwakarta dengan menghabiskan biaya sebesar 25 biliun rupiah. Lalu biaya membangun halaman Hotel Indonesia, Hotel Amborukmo Yogyakarta, Bali beach hotel, Samudera Beach hotel, serta membangun gelora SENAYAN dan sembilan pintu gerbang Ampera menghabiskan biaya sebesar 10 biliun rupiah, serta membangun kota di 27 propinsi, membangun gedung gedung kota, kabupaten, kecamatan sampai ke desa desa menghabiskan dana keseluruhannya sejumlah 100 biliun rupiah. Lalu mencetak lagi sebanyak 100 biliun rupiah.

Demikian isi dari buku wasiat super Semar pasal 2 halaman 02, sejarah yang menggambarkan betapa hebatnya Indonesia saat ini, jika saja pada masa itu tidak ada rongrongan dan permainan politik untuk suatu ambisi kekuasaan dan keserakahan, tentunya KERTAS AJINERE akan menjadikan kemakmuran kemerdekaan bagi seluruh rakyat di tanah air tercinta Indonesia.

(Bersambung)

Tulis Komentar

Komentar