Asri Hadi mengatakan perubahan teknologi juga membawa konsekuensi terhadap cara media bekerja. Konvergensi antara media cetak, daring, elektronik, dan multimedia membuat perusahaan pers dituntut beradaptasi tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik.
Menurutnya, transformasi digital seharusnya tidak hanya dipahami sebagai perubahan platform, tetapi juga sebagai perubahan cara media membangun hubungan dengan publik.
“Teknologi terus berubah, tetapi prinsip dasar jurnalistik tidak boleh ikut berubah. Akurasi, verifikasi, keberimbangan, independensi dan tanggung jawab kepada publik tetap menjadi fondasi,” katanya.
Dalam konteks tersebut, penghargaan kepada Dadang Rachmat dinilai dapat menjadi pengingat bahwa keberlangsungan sebuah media sangat ditentukan oleh kemampuan menjaga profesionalisme di tengah perubahan zaman.
Perayaan HUT ke-11 Media Sudut Pandang, menurut Asri Hadi, bukan hanya momentum bertambahnya usia sebuah media, tetapi juga kesempatan untuk merefleksikan kembali posisi pers dalam kehidupan masyarakat.
Pers, katanya, memiliki pekerjaan yang lebih besar daripada sekadar menyampaikan informasi. Media juga berperan membantu publik memahami persoalan secara lebih utuh dan menjadi jembatan dalam membangun ruang dialog.
“Pers harus tetap menjadi jembatan bagi publik. Ketika masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan berimbang, media ikut membantu menciptakan ruang publik yang lebih sehat,” ujarnya.
AMKI Dorong Profesionalisme Perusahaan Pers
Asri Hadi berharap insan pers Indonesia terus meningkatkan kualitas dan profesionalisme di tengah tantangan industri media yang semakin kompleks.
Ia menilai kepercayaan publik merupakan aset utama yang membutuhkan waktu panjang untuk dibangun, tetapi dapat hilang apabila media mengabaikan akurasi, keberimbangan dan integritas.
Bagi AMKI, kata Asri Hadi, perkembangan industri media harus berjalan seiring dengan penguatan profesionalisme dan tata kelola perusahaan pers.
“Media yang sehat membutuhkan ekosistem yang sehat. Karena itu, profesionalisme perusahaan pers, kualitas jurnalistik dan kepercayaan publik harus berjalan bersama,” pungkasnya.(Red.)*
Komentar