“Media bisa bertahan bukan hanya karena mampu mengikuti perkembangan teknologi, tetapi karena mampu mempertahankan kepercayaan pembacanya. Kepercayaan itu dibangun melalui konsistensi dan tanggung jawab dalam setiap pemberitaan,” tuturnya.
Asri Hadi melihat tantangan tersebut semakin besar di tengah kompetisi media digital. Arus informasi bergerak semakin cepat, sementara perhatian publik semakin mudah berpindah dari satu isu ke isu lainnya.
Menurutnya, kecepatan memang menjadi bagian penting dalam kerja media digital. Namun, kecepatan tidak boleh mengorbankan akurasi dan prinsip jurnalistik.
“Judul boleh singkat, berita boleh cepat, tetapi proses jurnalistik tidak boleh kehilangan ketelitian. Fakta harus diperiksa, informasi harus diverifikasi dan pihak-pihak yang berkepentingan harus mendapatkan ruang yang berimbang,” ujarnya.
Akurasi dan Kepercayaan Publik
Asri Hadi menilai media yang ingin bertahan dalam jangka panjang harus memiliki fondasi yang lebih kuat daripada sekadar mengejar jumlah pembaca atau kecepatan mendapatkan informasi.
Komentar