Prosesi pelantikan disempurnakan langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman. Momentum ini menjadi simbol kuat komitmen nasional dalam memperkuat sepaktakraw, tidak hanya sebagai cabang olahraga berprestasi, tetapi juga sebagai warisan budaya rumpun Melayu yang telah mengakar sejak ratusan tahun silam.
ASTAF menilai positif visi kepemimpinan H. Surianto yang menitikberatkan pada penguatan tata kelola dan profesionalisme organisasi PB PSTI. Beberapa agenda utama yang mendapat perhatian antara lain gagasan pembentukan Liga Sepaktakraw Indonesia sebagai wadah pembinaan bakat nasional secara sistematis, peningkatan kualitas pelatihan, serta penguatan prestasi atlet dalam menghadapi kejuaraan internasional utama, termasuk Kejuaraan Dunia dan Asian Games.
Selain itu, ASTAF juga menyoroti pentingnya penguatan sinergi antara PB PSTI, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah guna memastikan pembangunan sepaktakraw yang berkelanjutan dan inklusif di seluruh wilayah Indonesia.
ASTAF optimistis pengalaman, komitmen pribadi, serta kecintaan H. Surianto terhadap sepaktakraw akan menjadi pendorong kebangkitan prestasi Indonesia di tingkat Asia dan dunia, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekosistem sepaktakraw di kawasan.
Sejalan dengan itu, ASTAF menegaskan komitmen penuh untuk terus menjalin kerja sama erat dengan PB PSTI di bawah kepemimpinan baru, khususnya dalam pembinaan atlet, pengelolaan kejuaraan, pendidikan kepelatihan, serta penguatan integritas olahraga.
“Sebagai Presiden ASTAF, saya meyakini bahwa dengan kepemimpinan yang bersatu, berwawasan, dan berintegritas, sepaktakraw Indonesia akan melangkah lebih jauh dan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan sepaktakraw Asia,” demikian pernyataan resmi Presiden ASTAF. [Red]
ASTAF menyambut pelantikan H. Surianto sebagai Ketua Umum PB PSTI 2026–2029. Kepemimpinan baru dinilai strategis untuk memperkuat prestasi, profesionalisme, dan pengembangan sepaktakraw Indonesia di tingkat Asia dan dunia. [Red]
Komentar