Pada awal kariernya, Atika ditempatkan di Badan Perencanaan Daerah. Ia kemudian melanjutkan pendidikan magister di Universitas Indonesia melalui program beasiswa dengan mengambil bidang Studi Pembangunan Sosial.
Sepanjang perjalanan kariernya, Atika terlibat dalam berbagai agenda strategis pembangunan Jakarta. Di antaranya merancang Sistem Informasi Anggaran dan Perencanaan serta berkontribusi dalam persiapan proyek MRT Jakarta Fase 1.
Pada 2011, ia mendapat penugasan di Badan Pajak Jakarta untuk membantu membangun kantor pajak daerah yang baru. Pengalaman tersebut kemudian membawanya terlibat dalam reformasi administrasi perpajakan daerah melalui kolaborasi dengan Kementerian Keuangan dan Asian Development Bank (ADB).
Atika juga turut mendorong peningkatan kepatuhan pajak melalui kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kontribusinya tidak hanya terbatas pada bidang perencanaan dan perpajakan. Ia juga terlibat dalam pengembangan sejumlah program sosial dan ruang publik, antara lain Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA), Jakarta Creative Hub, hunian sementara bagi pasien yang menjalani pengobatan kanker, hingga pengembangan konsep Taman Budaya Reborn of Ismail Marzuki.
Komentar