Menurutnya, premanisme bukan hanya meresahkan, tetapi juga berpotensi memicu konflik sosial dan menghambat pembangunan.
“Premanisme adalah musuh bersama. Kami dari Polres Palas sangat serius menindaklanjuti hal ini. Sosialisasi yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas adalah langkah awal yang sangat penting, karena mereka adalah representasi Polri yang paling dekat dengan masyarakat,” ujar AKBP Dodik Yuliyanto S.IK melalui Ps Kasubsi Penmas.
Lebih lanjut, Kapolres menyampaikan bahwa peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk menekan angka premanisme. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak segan melapor kepada pihak berwajib jika menemukan tindakan yang mencurigakan atau meresahkan segera menghubungi call center 110 atau ke Polsek terdekat
“Penanganan premanisme tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian. Perlu dukungan dan keberanian dari masyarakat untuk mengatakan tidak terhadap segala bentuk intimidasi, pemalakan, atau kekerasan yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” tambahnya.
Dengan adanya upaya sosialisasi ini, Polres Palas berharap tercipta lingkungan sosial yang aman, harmonis, serta terbebas dari praktik-praktik premanisme yang meresahkan masyarakat.
Polres Palas berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat dan pelindung warga.
(AND)
Bhabinkamtibmas Polsek Barumun melaksanakan sosialisasi secara intensif terkait pencegahan dan penolakan terhadap segala bentuk premanisme. (And/ist)
Komentar