Beranda
Seputar Publik / Berita

BKPRMI Jakarta Gaspol Cetak Generasi Religius, Halalbihalal Lintas Ormas Jadi Kunci Kolaborasi

Organisasi kepemudaan berbasis masjid, BKPRMI berkomitmen menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
BKPRMI DKI Jakarta menegaskan komitmen membangun generasi religius melalui kolaborasi lintas ormas dan penguatan kualitas pendidikan Al-Qur’an dalam momentum halalbihalal FLO DKI Jakarta. BKPRMI DKI Jakarta menegaskan komitmen membangun generasi religius melalui kolaborasi lintas ormas dan penguatan kualitas pendidikan Al-Qur’an dalam momentum halalbihalal FLO DKI Jakarta.

Seputarpublik.com, JAKARTA — Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) DKI Jakarta menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi religius yang berkarakter dan berjiwa kebangsaan. Hal itu disampaikan dalam momentum silaturahmi dan halalbihalal Forum Lintas Ormas (FLO) DKI Jakarta yang digelar di Aula Ali Sadikin, Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Sabtu (18/4/2026).

Ketua Umum DPW BKPRMI DKI Jakarta, Nanang Jahidin, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan ruang strategis untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi lintas organisasi kemasyarakatan.

“Halalbihalal ini menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan membangun kolaborasi.

FLO DKI Jakarta telah menunjukkan peran nyata dalam merawat persatuan di tengah masyarakat,” ujar Nanang.

Menurut dia, sinergi antarormas menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan sosial, khususnya dalam pembinaan generasi muda di perkotaan.

BKPRMI, sebagai organisasi kepemudaan berbasis masjid, berkomitmen menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sejumlah program tersebut di antaranya Gerakan Bersih (Geber) Masjid, bantuan untuk daerah terdampak bencana, pemberdayaan ekonomi umat, hingga gerakan pemberantasan buta huruf Al-Qur’an.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Umum FLO DKI Jakarta Juaini Yusuf, anggota DPD RI sekaligus Dewan Pembina FLO DKI Jakarta Fahira Idris, serta jajaran pengurus ormas, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.

Asisten Pemerintahan (Aspem) Jakarta Barat, Holi Susanto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai, halalbihalal lintas ormas menjadi langkah positif dalam menjaga stabilitas sosial dan mempererat hubungan antarelemen masyarakat.

“Sinergi seperti ini penting untuk menjaga kondusivitas wilayah sekaligus memperkuat kebersamaan,” kata Holi.

Guru Al-Qur’an Didorong Lebih Profesional

Pada kesempatan terpisah, Lembaga Pembinaan dan Pengembangan TK Al-Qur’an (LPPTKA) BKPRMI Jakarta menyoroti pentingnya peningkatan kualitas guru dalam mendukung lahirnya generasi religius.

Direktur Daerah LPPTKA BKPRMI Jakarta, Nurjamal, menilai bantuan pemerintah kepada guru TKQ/TPQ merupakan langkah positif. Namun, ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi dan tata kelola lembaga.

“Bantuan ini harus diiringi dengan peningkatan kualitas. Guru tidak hanya menerima, tetapi juga harus mengikuti pelatihan agar pengajaran semakin profesional,” ujar Nurjamal.

Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan bantuan agar tidak terjadi pengajuan ganda yang berpotensi menimbulkan persoalan administratif.

Sementara itu, Direktur Daerah LPPTKA BKPRMI Jakarta Barat, Ustaz Royani Satiri, mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan kualitas guru melalui pelatihan, termasuk bekerja sama dengan Pesantren Al-Falah.

“Tahun lalu lebih dari 50 guru ikut pelatihan, tahun ini kami tingkatkan menjadi 100 peserta. Ini bagian dari upaya standardisasi kualitas pengajar Al-Qur’an,” kata Royani.

Sejumlah Agenda Besar Disiapkan

LPPTKA BKPRMI Jakarta Barat juga telah menyiapkan sejumlah agenda besar pada 2026. Di antaranya munaqasah (ujian akhir) pada 17 Mei, yang menjadi penentu kelulusan santri, serta wisuda akbar pada 21 Juni 2026.

Selain itu, berbagai kegiatan lain seperti lomba mewarnai, lomba di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), serta Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) dengan 22 cabang lomba juga akan digelar.

Royani menegaskan seluruh proses penilaian dilakukan secara objektif.

“Kelulusan murni berdasarkan kemampuan. Ini penting untuk menjaga kualitas lulusan kita,” ujarnya.

Melalui rangkaian program tersebut, BKPRMI Jakarta berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun generasi muda yang religius, berdaya saing, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat.(*/hel)