Seputar Publik / Politik
BRIN: Ganjar Pranowo Sebagai Bakal Capres Ideal Pilihan Milenial, Ini Alasannya
Ganjar Pranowo (kanan)
“Jadi cawapresnya harus bisa mendukung elektoral Ganjar, bukan hanya dari sisi punya modal tetapi harus mewakili segmentasi pemilih di luar segmentasi pemilih saat ini yang mendukung Ganjar, karena kalau sama nggak ada gunanya, itu pertimbangannya hanya calon dari NU atau tokoh lain sebagian dari NU atau dari kubu Prabowo atau Anies. Ini tergantung strategi calon presiden yang akan diusung,” pungkas Nurhasim.Adapun survei terbaru Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) menunjukkan bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo menjadi capres ideal versi milenial kampus. Ganjar mengungguli dua pesaingnya, yakni Ketum Gerindra Prabowo Subianto dan bacapres Anies Baswedan.“Dari semua indikator yang diukur, Ganjar unggul dengan angka 36,18 persen, Prabowo Subianto mendapat nilai 33,75 persen, dan Anis Baswedan mendapat nilai 30,07 persen,” ujar Direktur LPI Boni Hargens.Survei itu menyajikan sejumlah indikator, yaitu rekam jejak, integritas, kompetensi, skill, leadership, nasionalisme, dan keselarasan dengan leadership Presiden Jokowi.
Dari aspek rekam jejak, kata Boni, Ganjar unggul dengan angka 37,44 persen, disusul Prabowo Subianto 34,38 persen dan Anies Baswedan 28,18 persen. Begitu juga dengan aspek integritas, Ganjar 36,27 persen, Prabowo Subianto 33,93 persen dan Anies 29,80 persen.“Hampir semua indikator disapu bersih oleh Ganjar Pranowo. Yang paling tinggi adalah indikator keselarasan dengan leadership Presiden Jokowi di mana 44,51 persen kaum milenial kampus menilai Ganjar selaras dengan leadership Jokowi, Prabowo Subianto 34,61 persen dan Anies Baswedan 20,89 persen,” tutur Boni.Survei nasional LPI dilakukan pada 5 sampai 11 Juli 2023 yang bertujuan menggali pandangan milenial kampus tentang calon presiden ideal.Milenial kampus yang dimaksud dalam survei ini adalah kelompok anak muda yang berpendidikan tinggi (D3, S1, S2, S3) memiliki rentang umur dari 27 tahun sampai 42 tahun yang secara sadar dan aktif mengamati isu nasional dan memiliki pandangan mandiri terhadap isu-isu politik yang terjadi menjelang pemilu 2024, setidaknya selama semester pertama tahun 2023.Populasi survei ini adalah para milenial kampus seperti mahasiswa S2 dan S3, peneliti, dosen, akademisi, dan para civitas akademika kampus. Teknik sampling yang digunakan pada riset ini adalah cluster sampling di mana subjek yang ditunjuk sebagai sampel adalah berdasarkan berdasarkan pengelompokkan milenial dari setiap kampus di kota atau provinsi.Berdasarkan teknik sampling tersebut, jumlah sampel yang di peroleh sebanyak 700 responden. Margin of error dari sampel tersebut sebesar 2,8 persen pada tingkat kepercayaan ± 97,2 persen.
Tulis Komentar
Berita Terkait
Baca Juga
Lainnya
Wali Kota Bekasi Buka Lomba Cipta Menu Berbasis Singkong Peringati Hari Pangan Sedunia 2025
Gugatan 25 Media di PN Palembang Jadi Sorotan, Dewan Pers Angkat Bicara
Semarak HUT RI ke-81, PTPN IV Regional V Kebun Gunung Emas Gelar Turnamen Voli 21 Tim
Imigrasi Denpasar Buka Layanan Paspor di Expo Bali 2026
Presiden Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Mendagri Tito Kawal Penguatan Ekonomi Desa
Kemendagri Ingatkan Kepala Daerah Tak Tinggalkan Wilayah Saat Situasi Darurat
Ratusan Jamaah Padati Kulhu Malam Terakhir Wafat Istri Ketua DKM Masjid Albarkah Albahar
Komentar