Ia menambahkan bahwa pembangunan harus diarahkan pada penguatan public utility serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Dalam proses tersebut, pemuda memiliki peran penting sebagai perekat persatuan dan penyejuk di tengah dinamika sosial yang berkembang.
> “Pembangunan harus ke arah public utility. Pemuda harus menjadi isolator dan perekat,” katanya.
Pemuda Sebagai Energi Pembangunan
Lebih lanjut, Dimyati menjelaskan bahwa pemuda memiliki posisi yang sangat strategis dalam pembangunan bangsa. Menurutnya, pemuda merupakan pelopor perubahan yang memiliki energi, moralitas, idealisme, serta dedikasi tinggi untuk mendorong kemajuan daerah dan nasional.
> “Pemuda itu pelopor, energi pembangunan, memiliki moral dan idealisme yang tinggi, unggul, berdedikasi, serta aktif. Karena itu pemuda jangan hanya diam, harus lebih aktif,” ungkapnya.
Ia berharap generasi muda dapat terus mengambil peran dan berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam merumuskan berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
> “Pemuda harus berkontribusi dalam memberikan arah pembangunan ke depan,” tegasnya.
KNPI Didorong Jadi Garda Terdepan Pembangunan
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia, Ali Hanafiah, mengajak generasi muda untuk terus berkiprah dan mengambil peran dalam berbagai sektor pembangunan.
Menurutnya, pemuda harus menjadi garda terdepan sekaligus pemersatu bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan yang berkembang di tengah masyarakat.
Ali juga mendorong terjalinnya kolaborasi yang lebih kuat antara pemuda dan pemerintah dalam mengembangkan berbagai sektor strategis, termasuk ketahanan pangan, sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda terhadap pembangunan daerah maupun nasional.
Rakerda KNPI Provinsi Banten diharapkan menjadi momentum penguatan peran pemuda dalam membangun daerah yang inovatif, produktif, dan berdaya saing, sekaligus mempererat sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah demi kemajuan Provinsi Banten.(Goezt')*
Komentar