Seputarpublik, Jakarta – Supersemar atau Surat Perintah Sebelas Maret 1966 yang dibuat karena terjadi gejolak di dalam negeri usai peristiwa G30S/PKI pada 1 Oktober 1965
Supersemar adalah surat yang mengawali peralihan kepemimpinan nasional dari pemerintahan Orde Lama ke Orde Baru.
Lewat surat yang dikeluarkan pada 11 Maret 1966 ini, terjadi penyerahan mandat kekuasaan dari Presiden Soekarno ke Soeharto, yang saat itu masih menjabat sebagai Menteri/Panglima Angkatan Darat.
Namun, hingga saat ini, Supersemar masih menjadi kontroversi karena naskah aslinya tidak pernah ditemukan.
Berdasarkan catatan sejarah bangsa dan naskah Proklamasi, kemerdekaan negara Indonesia sudah mencapai usia ke 77 tahun.
Namun dalam buku Supersemar yang dimiliki Dhewi Ayu Wulandari atau Ayu Gembirowati Putri Bungsu Presiden Pertama RI Ir. Seokarno, pada pasal 1 halaman 01 disebutkan, kalau Indonesia mendapatkan kemerdekaan itu cuma hanya 21 tahun saja, yakni dari tahun 1945 hingga 1966.

Berikut adalah poin-poin penting yang terdapat dari isi buku super Semar pasal 1 halaman 01.
“Setelah 21 tahun Indonesia merdeka, Indonesia mulai jatuh ke kehidupan bangsa, berupa berubahnya nilai nominal rupiah dari Rp. 1.000,- menjadi Rp. 1,- dan semua itu disebabkan oleh permainan politik, sehingga derajat bangsa Indonesia jatuh di mata internasional.”
Di sisi lain muncul nya gerakan revolusi G 30/S PKI, yang dibawa oleh para pemimpin politik yang ingin menghancurkan pemimpin yang sah dan layak memimpin bangsa Indonesia yang bisa bertanggung jawab terhadap seluruh rakyat dan bangsa Indonesia.
Disaat itu rakyat Indonesia tidur bagaikan mati, dan hidup bagaikan tidur, setelah kursi pemerintahan di jabat oleh kelompok PKISME yang menyebabkan seluruh rakyat Indonesia terikat tangan, terikat kaki serta terikat ilmu pengetahuan dan terbelenggu dari kebebasannya.
Itu lah pesan yang di sampaikan presiden RI pertama Ir Soekarno melalui buku wasiat superSemar.
Dari kesimpulan super Semar pasal 1 tersebut, sejatinya Ir Soekarno sudah mengetahui arah politik dan apa yang akan terjadi untuk bangsa Indonesia kedepannya.
“gerakan yang dilakukan PKI menyebabkan hilangnya kemerdekaan bangsa Indonesia. setelah akhlak – akhlak PKI mengikat seluruh kehidupan bangsa Indonesia dan secara otomatis menghancurkan kesejahteraan bangsa Indonesia,” ujar Ayu Gembirowati Putri kepada seputarpublik.com beberapa waktu lalu.
Menurutnya, Bangsa Indonesia tertipu dan tertimpa oleh revolusi PKI yang disebar luaskan oleh pemimpin PKI beserta para pengikutnya.
Oleh sebab itu rakyat Indonesia yang mukmin dan muslim rusak akhlaknya dikarenakan paham-paham yang di sebarluaskan oleh tangan – tangan PKI, sehingga lupa apa yang telah di Wahyu kan oleh Allah SWT dan rasul-Nya.
(Bersambung)