Bima menekankan agar kepala desa (kades) memberikan atensinya untuk program irigasi. Kades diminta melakukan pemantauan (monitoring) di lapangan dan memastikan kegiatan irigasi berjalan.
Hal ini dilakukan untuk mencapai target petani bisa melakukan tiga kali panen setahun. Hal ini dalam rangka mendukung target yang lebih besar lagi, yaitu swasembada pangan.
“Tinggal nanti saya minta betul pejabat kepala daerah, apalagi nanti Bupati Deli Serdang untuk memonitor terus di sini, bersama dengan camat, kades-kades, tadi ada tiga kades ya, [Desa] Cinta Damai, [Desa] Pematang Lalang, [Desa] Cinta Rakyat,” ungkapnya.
Pihaknya memberikan catatan agar Pemda segera melakukan langkah cepat. Normalisasi sedimentasi perlu didukung dengan menggunakan alat berat yang bergerak lincah atau menggunakan alat lengan panjang (long arm) yang bisa bergerak ke atas dan ke bawah dengan gesit.
“Alat beratnya itu harus yang long arm, harus yang bisa bergerak cepat. Kalau tidak, itu lama dan tidak bisa normal juga semua. Tidak cukup, pakai pompa itu tidak cukup. Tadi sudah siapkan katanya? Gitu kira-kira. Nanti kita monitor langsung,” tambahnya.
Bima menekankan agar seluruh kepala daerah, termasuk gubernur, bupati, wali kota, serta kepala dinas memberikan dukungan penuh terhadap perbaikan irigasi.
Semua perangkat pemerintahan diharapkan bergerak bersama memantau langsung kondisi lapangan, serta memastikan sinergi antar-kementerian/lembaga (K/L) berjalan selaras.
“Supaya nyambung apa yang diminta Presiden, dengan yang dikerjakan di daerah itu nyambung. Lintas kementerian itu [selaras]. Kalau kepala daerah itu kan nanti di hulunya akan memonitor proses produksi, di hilirnya memonitor juga proses distribusi atau harga,” pungkasnya.
(*/RDN)
Komentar