Beranda
Seputar Publik / Berita

Disnaker Kota Bandung Target Serap Ribuan Tenaga Kerja pada 2026, Perlindungan Pekerja Diperkuat

Pemkot Bandung memperluas kesempatan kerja, pelatihan, kewirausahaan, dan program Padat Karya sekaligus memperkuat sinergi dengan BPJS Ketenagakerjaan.
Disnaker Kota Bandung memperkuat program ketenagakerjaan 2026 melalui perluasan kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, serta perlindungan sosial pekerja bersama BPJS Ketenagakerjaan. Disnaker Kota Bandung memperkuat program ketenagakerjaan 2026 melalui perluasan kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, serta perlindungan sosial pekerja bersama BPJS Ketenagakerjaan.

Seputarpublik.com || BANDUNG — Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) terus memperkuat berbagai program ketenagakerjaan sepanjang 2026. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, hingga penguatan perlindungan sosial bagi pekerja.

Dalam pelaksanaannya, Disnaker Kota Bandung menggandeng BPJS Ketenagakerjaan untuk memperluas pemahaman dan kepesertaan masyarakat dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Kolaborasi tersebut kembali dilakukan melalui Sosialisasi Program Kerja Dinas Ketenagakerjaan Kota Bandung Tahun 2026 yang digelar di Kantor Kecamatan Arcamanik, Rabu (5/8/2026).

Kecamatan Arcamanik menjadi lokasi kedua pelaksanaan sosialisasi program kerja Disnaker Kota Bandung bersama BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci. Sebelumnya, kegiatan serupa dilaksanakan di Kecamatan Gedebage pada 22 Juli 2026.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi sekaligus menyampaikan informasi mengenai berbagai program ketenagakerjaan kepada masyarakat.

Program yang disosialisasikan meliputi perluasan kesempatan kerja, pelatihan dan peningkatan keterampilan, penyaluran tenaga kerja, hingga pentingnya kepesertaan dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Program Ketenagakerjaan Disesuaikan dengan Perkembangan Digital

Kepala Disnaker Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana mengatakan, program ketenagakerjaan yang disiapkan pada 2026 dirancang agar dapat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.

Pada saat yang sama, program tersebut diarahkan agar semakin inklusif dan dapat diakses oleh berbagai kelompok masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Menurut Yayan, Disnaker juga menambah program pelatihan kewirausahaan serta pelatihan khusus bagi penyandang disabilitas dengan pilihan kejuruan yang lebih spesifik.

Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan kepada masyarakat, baik untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.

“Melalui sinergi program pengentasan kemiskinan ekstrem, Disnaker menargetkan penyerapan ribuan tenaga kerja lokal serta peningkatan kelas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM),” kata Yayan.

Pelatihan Kerja hingga Program Padat Karya

Disnaker Kota Bandung juga mendorong peningkatan kompetensi masyarakat melalui berbagai pelatihan kerja yang dilaksanakan bersama Lembaga Pelatihan Kerja (LPK).

Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan para pencari kerja, tetapi juga memperbesar peluang mereka mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Di sisi lain, pemerintah turut mendorong lahirnya wirausaha baru yang dapat berkembang secara berkelanjutan.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bandung.

Untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi dan mengikuti program ketenagakerjaan, proses pendaftaran pelatihan dan lowongan kerja telah diintegrasikan melalui aplikasi BIMMA (Bandung Integrated Manpower Management Application).

Masyarakat juga dapat mendaftarkan diri secara langsung untuk mengikuti program Padat Karya melalui kantor kelurahan masing-masing.

BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja

Sementara itu, Pps. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Bandung Suci, Suarni, mengatakan kolaborasi dengan Disnaker Kota Bandung terus diperkuat untuk meningkatkan kepesertaan pekerja dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurutnya, perlindungan sosial ketenagakerjaan penting untuk memberikan rasa aman kepada pekerja dalam menghadapi berbagai risiko selama menjalankan aktivitas pekerjaan.

Program jaminan sosial ketenagakerjaan mencakup perlindungan terhadap risiko kecelakaan kerja, jaminan hari tua, serta berbagai manfaat lainnya sesuai ketentuan program BPJS Ketenagakerjaan.

Suarni menilai sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan dan Disnaker Kota Bandung diperlukan agar informasi mengenai manfaat perlindungan ketenagakerjaan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Upaya ini diharapkan terus berlanjut dan diperluas, sehingga tercipta rasa aman bagi pekerja dalam menjalankan aktivitasnya serta terciptanya dunia kerja yang lebih berkeadilan dan sejahtera di Kota Bandung,” ujar Suarni.

Bangun Ekosistem Ketenagakerjaan yang Inklusif

Kolaborasi Disnaker Kota Bandung dan BPJS Ketenagakerjaan diharapkan dapat memperkuat ekosistem ketenagakerjaan di Kota Bandung.

Penguatan tersebut tidak hanya diarahkan pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kompetensi, tetapi juga memastikan semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan sosial ketika menghadapi risiko kerja maupun sosial.

Dengan program yang semakin adaptif, inklusif, dan terintegrasi secara digital, Disnaker Kota Bandung menargetkan manfaat program ketenagakerjaan dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sepanjang 2026.(*/hel)