Seputar Publik Jakarta, — Langit mendung di sekitar Istana Negara seakan mencerminkan suasana hati publik yang kian jenuh pada korupsi. Hari ini, Koalisi Sipil Masyarakat Anti Korupsi — terdiri dari, Petrus Selestinus dari TPDI, Sugeng Teguh Santoso dari IPW dan Carrel Ticualu dari Perekat Nusantara — menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuntut investigasi serius terhadap dugaan mega korupsi di tubuh PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan Kejaksaan Agung.
Tak hanya surat, mereka juga menyerahkan sebuah buku berjudul "Berantas Korupsi Sembari Korupsi", sebagai simbol paradoks dalam upaya pemberantasan korupsi yang justru sarat kepentingan terselubung.
Menurut Ronald Loblobly, koordinator koalisi, negara bisa merugi hingga Rp15 triliun per tahun karena dugaan manipulasi kualitas batu bara yang dipasok ke PLN EPI. Batu bara yang seharusnya memiliki kalori 4.400-4.800 GAR, nyatanya hanya berkualitas 3.000 GAR. “Ini bukan hanya soal angka, ini soal pengkhianatan terhadap rakyat,” ujar Ronald di depan Kompleks Istana. Rabu, 28 Mei 2025
Yang mengejutkan, Ronald menyebut nama Jampidsus Febrie Adriansyah, pejabat tinggi di Kejaksaan Agung, sebagai tokoh sentral yang diduga “mengamankan” skema korupsi ini demi kepentingan sejumlah perusahaan pemasok batu bara.
Komentar