Setelah menggoda dengan adanya SUV crossover listrik berukuran sedang yang baru, Ford akhirnya merilis SUV Explorer listrik sepenuhnya di Eropa pada bulan Maret, dengan perkiraan harga mulai dari kurang dari 50.000 dollar AS (Rp752 juta)
SUV keluarga lima kursi ini menggabungkan desain Amerika dengan teknik Jerman premium sehingga menghasilkan crossover menengah yang bergaya dan fungsional.
Setelah melakukan investasi sebesar 2 miliar dollar AS untuk mengubah pabriknya di Cologne, Jerman, Ford membuka “Cologne Electric Vehicle Center,” pabrik pertamanya yang netral karbon pada tanggal 12 Juni.
Pabrik produksi teknologi tinggi baru ini dirancang untuk memproduksi kendaraan listrik generasi berikutnya untuk pasar Eropa, dimulai dengan Explorer listrik.
Martin Sander, manajer umum Ford Model E Eropa, mengatakan pihaknya memutuskan untuk membangun kendaraan listrik berkapasitas tinggi pertama di Cologne.
“Ada titik di mana kami membutuhkan ruang untuk konstruksi, karena kami akan mengubah pabrik Fiesta menjadi pabrik yang sepenuhnya baterai listrik. Itulah sebabnya kami harus membuat keputusan untuk menghentikan produksi Fiesta,” kata dia dalam wawancara dengan Autocar pada Desember.
Fiesta adalah salah satu dari beberapa kendaraan berbahan bakar fosil yang dihentikan produksinya oleh Ford (termasuk minivan S-Max dan Galaxy) untuk memberi ruang pada kendaraan listrik, termasuk Explorer listrik.
Ford sebelumnya mengatakan bahwa mereka hanya akan menjual kendaraan listrik di wilayah tersebut mulai tahun 2030.
Produsen mobil ini bertujuan untuk menjual 600.000 mobil listrik setiap tahunnya pada tahun 2026 saat mereka menuju untuk menjadi merek yang sepenuhnya kendaraan listrik di Eropa pada akhir dekade ini. Demikian disiarkan Electrek, Jumat (30/6) waktu setempat.
Komentar